NEW YORK, Makansedap.id – Sebuah fenomena minuman unik bernama Dirty Soda kini tengah menjangkau puncak popularitas di Amerika Serikat.
Tren yang awalnya tumbuh di komunitas lokal wilayah Utah ini mendadak meledak secara nasional, terutama di kalangan Generasi Z, berkat kekuatan media sosial TikTok dan tayangan realitas.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat minuman ini disebut 'kotor' dan mengapa semua orang membicarakannya?
Apa Itu Dirty Soda?
Secara harfiah, dirty soda atau 'soda kotor' adalah minuman berbasis soda (karbonasi) yang dicampur dengan berbagai bahan tambahan untuk memberikan tekstur dan rasa yang lebih kaya.
BACA JUGA:Sosis Viral Indomaret, Resmi Terdaftar di DJKi dan Diakui MURI
Komposisi utamanya biasanya terdiri atas soda pilihan, sirup aneka rasa, perasan jeruk nipis, dan yang paling krusial, krim atau creamer.
Hasil akhirnya adalah minuman dengan gradasi warna yang estetis, rasa yang manis, tajam, namun memiliki sentuhan lembut (creamy) di lidah.
Berawal dari Utah
Melansir laporan Forbes yang dibaca Makansedap.id, Rabu, 22 April 2026, tren ini sebenarnya bukan hal baru.
Dirty soda Kali pertama populer di Utah pada tahun 2010 melalui jaringan kedai bernama Swig.
BACA JUGA:Pengembangan Restoran Self Operated Perkuat Layanan Full Service Hotel
Di wilayah tersebut, mayoritas penduduknya adalah penganut Mormon yang menghindari alkohol dan kafein panas, seperti kopi.
Dirty soda hadir sebagai alternatif 'koktail tanpa alkohol' yang menyegarkan bagi orang dewasa.
Namun, daya ledaknya baru terasa secara global dalam beberapa tahun terakhir. Popularitasnya didorong oleh influencer di TikTok dan kemunculan minuman ini dalam serial realitas The Secret Lives of Mormon Wives. Kini, gerai-gerai khusus dirty soda mulai bermunculan di New York, Florida, hingga California.