JAKARTA, Makansedap.id - Nama De Tiger sendiri diambil dari kisah nyata Merem, seekor harimau Jawa bermata satu yang ditangkap di dekat perkebunan kopi Kawisari di Blitar, Jawa Timur, dan dijadwalkan untuk menjadi tontonan publik pada awal abad kedua puluh.
Mendengar nasib malang sang harimau, Raden Adjeng Kasinem, istri pertama Oei Tiong Ham yang merupakan salah satu pengusaha paling berpengaruh di Asia Tenggara saat itu, mengutus asisten kepercayaannya, Parmun, untuk membeli kebebasan sang harimau dengan harga seratus karung besar biji kopi.
Merem kemudian dibawa ke Batavia untuk menerima perawatan dari dokter hewan terbaik di Hindia Belanda, dan ditempatkan di sebuah gudang besar di sepanjang Kali Besar Barat, gedung yang kini bertransformasi menjadi House of Tugu Old Town Jakarta.
Setelah pulih, ia menghabiskan sisa hidupnya dengan damai di taman kediaman Oei Tiong Ham di Semarang.
BACA JUGA:De Tiger, Warisan yang Lahir dari Sebuah Misi Seumur Hidup
Lebih dari sekadar maskot, Si Merem adalah simbol kebebasan, ketangguhan, dan sejarah yang terus hidup di dalam dinding-dinding ini.