JAKARTA, Makansedap.id — Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 kembali menyapa para pencinta kuliner Nusantara dengan skala yang lebih besar.
Festival bakso legendaris pertama di Indonesia ini sukses digelar di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, 25-26 Juli 2026, mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.
Pada gelaran keduanya ini, penyelenggara menghadirkan 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Nusantara.
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang memboyong 25 pedagang. Acara mampu menyedot hingga 14.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.
Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, menjelaskan, gelaran ini merupakan bentuk apresiasi terhadap daya tahan dan keberagaman kuliner bakso di Indonesia.
"Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Melalui Festival Sasa Bakso Vaganza, kami ingin mengapresiasi para pelaku usaha sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa yang dimiliki kuliner bakso Indonesia," ujar Agus dalam keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menambahkan, keterlibatan Sasa dalam industri kuliner Tanah Air diwujudkan melalui semangat Bakso Lezat Pasti Pakai Sasa MSG, sejalan dengan komitmen perusahaan yang telah menemani masyarakat selama lebih dari 50 tahun.
Untuk memanjakan lidah pengunjung, festival tahun ini membagi deretan penjaja kuliner ke dalam tiga kategori utama.
BACA JUGA:Sasa Oporasi Lebaran Food Festival, Bidik Pecahkan Rekor MURI Ribuan Porsi Opor Ayam
Pertama, Bakso Legendaris, yaitu menyajikan resep otentik dan cita rasa khas yang bertahan lintas generasi.
Kedua, Bakso Nusantara, yaitu memperkenalkan keunikan karakter rasa bakso dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketiga, Bakso Viral, yaitu menampilkan kreasi bakso kekinian hasil inovasi dan adaptasi tren masa kini.
Sektor kuliner sendiri memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian nasional.
BACA JUGA:Raih Penghargaan Michelin Star, Jing Ting Wan Berhasil Susul Cut dan Waktu Ghin
Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat subsektor kuliner menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia, yakni mencapai sekitar 41,06 persen.