Bebas dari Unilever, Produsen Es Krim Magnum Lakukan Terobosan Besar-besaran

Senin 31-08-2026,17:54 WIB
Reporter : Rio Winto
Editor : Rio Winto

WASHINGTON, Makansedap.id - Perusahaan es krim global, The Magnum Ice Cream Company, langsung tancap gas melakukan inovasi besar-besaran usai resmi berpisah dari induk perusahaannya, Unilever.

Perusahaan yang mengantongi pendapatan tahunan lebih dari US$ 9 miliar ini kini mengubah strategi bisnisnya secara fundamental demi merebut pasar camilan yang lebih luas.

Langkah lepas dari Unilever pada akhir 2025 tersebut dinilai memberi kebebasan penuh bagi manajemen Magnum untuk bergerak lebih lincah.

Jika sebelumnya es krim identik sebagai pencuci mulut yang dinikmati pada siang hari atau malam hari, kini Magnum memosisikan produk-produknya sebagai camilan sehari-hari (snack) yang bersaing langsung dengan keripik, cokelat, hingga biskuit.

BACA JUGA:Heboh di Medsos, Tren Es Krim Semangka Bikin Ketagihan, Begini Cara Buatnya

Kepala Riset dan Pengembangan Es Krim Magnum Wilayah Amerika Utara, Briana Bennett, mengungkapkan bahwa sekadar meluncurkan varian rasa baru tidak lagi cukup untuk memikat konsumen di tengah ketatnya persaingan pasar.

"Perubahan besar ini dimulai saat kami mengumumkan diri sebagai perusahaan independen. Proses pengambilan keputusan menjadi jauh lebih singkat, dan kami bisa melihat potensi merek-merek kami dari sudut pandang yang sama sekali baru," ujar Bennett seperti dilansir fooddive.com yang dibaca Makansedap.id, Senin, 31 Agustus 2026

Guna mewujudkan strategi tersebut, Magnum mulai mentransformasi portofolio merek ternama yang berada di bawah naungannya, seperti Ben & Jerry’s, Talenti, hingga Yasso.

Sebut saja, Ben & Jerry’s. Ben & Jerry's mengubah format es krim kemasan pint (wadah bulat) menjadi bentuk bar (stik) yang lebih praktis dibawa ke mana saja, sekaligus menyasar konsumen yang memperhatikan porsi kalori.

BACA JUGA:Es Krim Premium dengan Tampilan Cantik Pikat Konsumen China

Kedua, Yasso. Merek es krim yogurt rendah kalori ini diperluas dari format bar menjadi kemasan pint dan varian bites porsi kecil untuk memperluas jangkauan konsumen.

Ketiga, Crossover Varian. Mengadopsi rasa-rasa populer dari satu merek ke merek lain, seperti membawa cita rasa favorit dari Good Humor ke dalam lini produk Breyers.

Kendati demikian, ekspansi ke kategori baru ini membawa tantangan teknis tersendiri.

Perubahan format produk menuntut penyesuaian pada formula bahan, penggunaan teknologi pencampuran cokelat, hingga modifikasi mesin produksi yang memerlukan investasi waktu dan biaya.

BACA JUGA:Cara Mahasiswa UI Ciptakan Bisnis Es Krim Kaya Nutrisi

Untuk mempercepat proses eksperimen serta meminimalkan risiko kegagalan, Magnum memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pengolahan data riset historis.

Kategori :

Terpopuler