BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Minuman, Dirty Soda, Tren Viral yang Mengguncang Amerika Serikat
Selain menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja di sepanjang rantai pasokannya, Coca-Cola juga mencatatkan pengeluaran hingga US$ 37 miliar khusus untuk pemasok lokal di AS.
Secara akumulatif, aktivitas bisnis raksasa minuman ini menyumbang sekitar US$ 10 juta (sekitar Rp 160 miliar) per jam bagi perekonomian Amerika Serikat.
Efisiensi Bisnis dan Fokus Strategi Baru
Langkah ekspansi bernilai ratusan triliun rupiah ini tergolong menarik. Pasalnya, Coca-Cola sempat melakukan restrukturisasi organisasi dan pengurangan tenaga kerja pada awal 2026.
Strategi ini menunjukkan perusahaan sedang mengalihkan fokus dan sumber daya ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
BACA JUGA:Ini Rekomendasi Camilan dan Minuman Halal Khas Thailand
Selain memperkuat infrastruktur fisik, produsen minuman soda ini mulai gencar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta melirik merek-merek kecil yang berpotensi untuk dikembangkan (scale up).