WASHINGTON, Makansedap.id - Budaya minum alkohol di Amerika Serikat kini berada di titik nadir.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Gallup, tingkat konsumsi alkohol di kalangan orang dewasa AS bertahan di angka 54 persen, menjadi rekor terendah sepanjang sejarah pencatatan yang dimulai sejak 1939.
Angka tersebut menunjukkan tren penurunan yang signifikan dibandingkan dengan masa kejayaannya pada era 1970-an, saat tingkat konsumsi alkohol warga AS sempat menyentuh angka 71 persen.
Penurunan drastis ini utamanya didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kesehatan serta pergeseran gaya hidup global yang lebih mementingkan kebugaran.
BACA JUGA:Model Legendaris Christie Brinkley Kembali Menjadi Wajah Baru Wiski Black Velvet
Dalam survei tersebut, lebih dari separuh responden (51 persen) secara terbuka menyatakan bahwa konsumsi alkohol, bahkan dalam takaran moderat (satu hingga dua gelas per hari), memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Seperti dilansir Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Jumat, 6 November 2026, lonjakan kesadaran ini meningkat tajam jika dibandingkan dengan data dua dekade lalu (pada 2001), di mana hanya 27 persen warga yang menganggap alkohol berbahaya bagi tubuh.
Selain penurunan jumlah peminum, rekor baru juga tercatat pada persentase warga yang mengaku sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan, yang kini turun ke angka 13 persen.
Sebagai respons atas perubahan perilaku ini, industri makanan dan minuman di AS terpaksa memutar otak dengan memperbanyak inovasi produk nonalkohol (booze free alternatives) guna mempertahankan pasar.
BACA JUGA:Wiski Asal India Borong Medali Emas Internasional, Ini 10 Botol yang Wajib Anda Koleksi