Merawat Asa UMKM Tuli dari Ruang Inklusif Kampus
Panitia kegiatan Komunitas Isyart Sr Prima Tarcicia,FMM mengunjungi salah satu stan milik Nisa pelaku UMKN Tuli di Halaman Kampus UEU, Jakarta Barat, Sabtu, 11 Juli 2026.-Makansedap.id-SJS
JAKARTA, Makansedap.id - Senyum Nisa tak pernah lepas dari wajahnya saat melayani setiap pengunjung yang singgah di stan usahanya.
Jemarinya lincah berkomunikasi melalui bahasa isyarat, sementara sesekali ia menunjukkan layar telepon genggam untuk menjelaskan teh dan pastry yang dijualnya. Senyum dan bahasa isyarat menjadi cara perempuan penyandang disabilitas tuli itu menyambut setiap orang yang datang.
Bagi Nisa, keikutsertaannya dalam Bazar UMKM yang digelar Komunitas Isyart Universitas Esa Unggul (UEU) di halaman Kampus UEU, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu, 11 Juli 2026, bukan sekadar kesempatan memasarkan produk.
Di ruang sederhana itu, ia ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas tuli memiliki kemampuan yang sama untuk berkarya, berwirausaha, dan mandiri ketika memperoleh kesempatan yang setara.
BACA JUGA:Menanti Kehadiran Far East Speakeasy Bar Pertama di Kawasan Bersejarah Kali Besar
Semangat itulah yang mewarnai peringatan satu tahun Komunitas Isyart UEU. Selain menghadirkan bazar yang diikuti 14 pelaku UMKM, mayoritas penyandang disabilitas tuli, kegiatan tersebut juga diisi dengan talkshow dan sesi berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang inklusif.
Dekan Fakultas Desain dan Industri Kreatif UEU, Indra Gunara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan kampus yang inklusif.
Menurut dia, setiap mahasiswa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.
"Banyak mahasiswa disabilitas memiliki kemampuan akademik maupun nonakademik yang tidak kalah, bahkan mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya. Karena itu, mereka perlu mendapat ruang untuk mengembangkan potensi, termasuk melalui kewirausahaan," ujar Indra.
BACA JUGA:Sambut Liburan Sekolah, Restoran Seafood Gelar Kegiatan Berkuda di Tepi Pantai
Ia menilai pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu jalan penting untuk memperkuat kemandirian penyandang disabilitas. Produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM tuli, menurut dia, memiliki kualitas yang mampu bersaing apabila memperoleh akses promosi, pendampingan, dan kesempatan yang sama.
"Semakin banyak ruang yang diberikan kepada pelaku UMKM disabilitas, semakin besar pula peluang mereka berkembang, mandiri, dan memperluas usahanya," kata dia.
Panitia Kegiatan Komunitas Isyart, Suster Prima Tarcicia FMM, mengatakan, bazar tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Unit Layanan Disabilitas UEU sekaligus menjadi peringatan satu tahun Komunitas Isyart.
Sebanyak 14 pelaku UMKM berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner, minuman, produk kreatif, hingga kelas bahasa isyarat.
BACA JUGA:Sardine by K Club Sajikan L’Orientale Dinner, Kuliner Perpaduan Mediterania dan Timur Tengah