Bukan Pemilik Merek, Pria Ini Raup Rp 81 Triliun Cuma dari Bisnis Restoran Waralaba
Greg Flynn-Makansedap.id-Forbes
SAN FRANCISCO, Makansedap.id - Siapa sangka, menjadi pemegang lisensi waralaba (franchisee) bisa menghasilkan kekayaan yang fantastis?
Greg Flynn, seorang pengusaha berusia 62 tahun, berhasil membukukan pendapatan tahunan sebesar US$ 5 miliar (sekitar Rp 81 triliun) bukan sebagai pemilik merek dagang ternama, melainkan sebagai pengelola waralabanya.
Pendiri dan CEO Flynn Group tersebut kini resmi menyandang status sebagai pemilik waralaba makanan cepat saji terbesar di dunia.
Gurita bisnisnya menaungi lebih dari 3.000 gerai yang tersebar di 44 negara bagian Amerika Serikat, Australia, hingga Selandia Baru.
BACA JUGA:Bebas dari Unilever, Produsen Es Krim Magnum Lakukan Terobosan Besar-besaran
Perjalanan Flynn membangun imperium bisnisnya dimulai pada 1999 saat ia membeli 8 gerai Applebee's.
Lewat disiplin ketat dan pemilihan merek yang matang, portofolionya kini mencakup nama-nama raksasa seperti Taco Bell, Panera Bread, Arby's, Pizza Hut, Wendy's, jaringan kebugaran Planet Fitness, hingga kedai kopi drive thru 7 Brew.
"Impian saya adalah menciptakan bisnis global dengan kemampuan operasional dan keberhasilan di luar apa yang pernah dilihat dunia," ujar Flynn seperti dilansir dari Forbes yang dibaca Makansedap.id, Selasa, 1 September 2026.
Nilai portofolio Flynn Group kini diperkirakan mencapai US 5 miliar, lebih dari dua kali lipat ukuran pesaing terdekatnya di industri waralaba.
BACA JUGA:Bikin Penasaran, McDonald’s Rilis Kopi Rasa Pai Apel Karamel, Lebih Enak dari Pumpkin Spice?
Majalah Forbes menaksir kepemilikan pribadi Flynn di perusahaan tersebut bernilai sekitar US6 50 juta (sekitar Rp 10,5 triliun).
Kunci keberhasilan Flynn terletak pada strategi desentralisasi operasional. Ia mengibaratkan perusahaannya seperti armada kapal, di mana kantor pusat memberikan dukungan teknis dan finansial, sementara para manajer lokal diberi otonomi penuh untuk mengambil keputusan di lapangan, lengkap dengan skema bagi hasil.
Meski telah menguasai ribuan gerai restoran cepat saji dan pusat kebugaran, Flynn mengaku masih belum puas dan terus berburu peluang ekspansi ke industri baru serta pasar internasional.
Menurutnya, konsistensi dalam mengelola bisnis konsumer adalah kunci utama untuk mempertahankan keunggulan kompetitif