Makanan Tidak Higienis dan Sanitasi Buruk, Rusak Kesehatan Lambung

Makanan Tidak Higienis dan Sanitasi Buruk, Rusak Kesehatan Lambung

Pengolahan makanan yang tidak higienis serta sanitasi buruk bisa berdampak pada ancaman jiwa.-Makansedap.id-iStock

- -

JAKARTA, Makansedap.id - Konsultan Bedah Umum dan Gastroenterologi Rumah Sakit Apollo Spectra, Kanpur, India, dr Saad Anwar mengatakan, pengolahan makanan yang tidak higienis serta sanitasi buruk bisa merusak kesehatan lambung hingga ancaman jiwa.

“Penanganan makanan yang tidak higienis, sanitasi yang buruk, dan air yang terkontaminasi menciptakan tempat berkembang biak bagi mikroba berbahaya. Dampaknya berkisar dari ketidaknyamanan lambung ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani atau diabaikan,” kata dr Saad Anwar seperti dikutip dari Hindustan Times yang dibaca Makansedap.id, Minggu, 14 September 2025.

Spesialis gastroenterologi itu mengatakan, makanan dan air yang terkontaminasi bakteri, virus dan parasit bisa memicu infeksi, terutama pada anak dengan imunitas lemah. Makanan dan air yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi.

Diare parah, kondisi ini disebabkan makanan dan air yang terkontaminasi bakteri seperti Ecoli, salmonella, shigela dapat menyebabkan diare parah, muntah, kram perut dan demam. Bahkan, beberapa kasus infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius.

BACA JUGA:Nostalgia Era 1990-an, Liverpool FC dan adidas Luncurkan Jersey Ketiga Musim 2024 - 2025

Gastroenteritis virus atau kerap disebut flu perut, virus norovirus dan rotavirus menyebar lewat makanan dan air yang tidak bersih, menyebabkan mual, diare encer, dehidrasi yang berbahaya bagi anak-anak.

Infeksi parasit seperti Guardian dan entamoeba histolyca menyebabkan diare jangka panjang, kembung, kelelahan hingga malnutrisi jika tidak segera ditangani.

Keracunan makanan yang disebabkan mikroba yang melepaskan racun. Sebab, makanan tidak disimpan dengan benar atau rusak menyebabkan diare, kembung, kelelahan dan malnutrisi.

Terpapar secara berulang makanan dan air yang terkontaminasi virus dan bakteri tak hanya menyebabkan infeksi akut namun juga melemahkan lapisan usus, mengganggu penyerapan nutrisi sehingga meningkatkan risiko sindrom iritasi usus besar atau masalah pencernaan kronis.