Enam Frozen Food yang Selama Ini Dianggap Buruk, Padahal Direkomendasikan Ahli Gizi
Buah Beri Beku-Makansedap.id-East Park Gym
JAKARTA, Makansedap.id - Frozen Food atau makanan beku kerap mendapat stigma negatif. Selama bertahun-tahun, Frozen Food sering dianggap terlalu banyak diproses, tinggi natrium, serta miskin gizi.
Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sejumlah ahli gizi justru menilai banyak makanan beku memiliki kandungan nutrisi yang setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik dibandingkan bahan pangan segar.
Makanan beku umumnya dipanen saat tingkat kematangan optimal, lalu segera dibekukan. Proses ini membantu mengunci vitamin dan mineral penting tanpa memerlukan bahan pengawet tambahan.
Selain itu, frozen food dinilai lebih praktis, membantu mengurangi limbah makanan, serta lebih ekonomis dan mudah diolah, terutama bagi masyarakat dengan waktu terbatas.
BACA JUGA:Cara Edukasi Interaktif Makanan Sehat di Nutrijell House of Jelly KidZania
Berikut enam jenis frozen food yang sering dianggap tidak sehat, tetapi sebenarnya layak dikonsumsi dan disarankan oleh ahli gizi.
Buah beri beku kerap dipandang kalah kualitas dibandingkan buah segar. Padahal, kandungan gizinya setara. Buah beri beku kaya vitamin C, serat, serta antioksidan seperti antosianin yang berperan melawan peradangan dan menjaga kesehatan jantung serta sistem imun. Dalam kondisi tertentu, kandungan nutrisinya bahkan lebih terjaga dibandingkan buah segar yang telah disimpan lama. Buah beri beku dapat digunakan untuk smoothie, oatmeal, yogurt, atau olahan kue. Pilih produk tanpa tambahan gula untuk manfaat optimal.
Kembang kol dikenal serbaguna, tetapi proses persiapannya sering memakan waktu. Versi beku menawarkan kemudahan tanpa mengurangi nilai gizi. Kembang kol beku mengandung serat, vitamin C, serta senyawa yang mendukung kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh. Bahan ini mudah ditambahkan ke sup, tumisan, atau casserole. Disarankan memilih produk polos tanpa saus atau garam tambahan.
3. Bayam Beku
Bayam segar mudah layu sehingga berpotensi terbuang. Bayam beku menjadi solusi praktis dengan manfaat gizi yang tetap terjaga. Bayam kaya zat besi, folat, vitamin K, serta antioksidan yang membantu menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Meski kadar vitamin C sedikit berkurang akibat pembekuan, secara keseluruhan kandungan gizinya tetap tinggi. Bayam beku dapat dicampurkan ke pasta, telur dadar, atau sup.
BACA JUGA:Dari Bali ke Jakarta, Dough Darlings Bawa Cerita Nusantara dalam Donat Artisan