Jangan Sampai Tertipu Kemasan, Ini Perbedaan Biji Kopi Espresso dan Drip yang Jarang Orang Tahu

Jangan Sampai Tertipu Kemasan, Ini Perbedaan Biji Kopi Espresso dan Drip yang Jarang Orang Tahu

Hal utama yang membedakan biji kopi espresso dengan biji kopi untuk penyeduhan drip terletak pada tingkat sangrai (roast level), tingkat kehalusan gilingan (grind size), serta teknik ekstraksi yang digunakan saat diseduh.-Makansedap.id-Getty Images

- -

JAKARTA, Makansedap.id — Banyak pencinta kopi sering terkecoh saat membeli biji kopi di kedai maupun swalayan.

Banyak yang mengira bahwa biji kopi untuk espresso dan kopi saring (drip) berasal dari tanaman atau pohon yang berbeda. Padahal, secara anatomis, tidak ada yang namanya biji kopi espresso secara alami di alam.

Mengutip ulasan ahli kuliner dari Food & Wine yang dibaca Makansedap.id, Sabtu, 29Agustus 2026, seluruh biji kopi pada dasarnya berasal dari tanaman yang sama, seperti spesies Arabika atau Robusta.

Hal utama yang membedakan biji kopi espresso dengan biji kopi untuk penyeduhan drip terletak pada tingkat sangrai (roast level), tingkat kehalusan gilingan (grind size), serta teknik ekstraksi yang digunakan saat diseduh.

BACA JUGA:Potensi Transaksi Capai Rp 4 Miliar, Jakarta Jadi Tuan Rumah Indonesia Coffee Expo 2026

Pertama, Tingkat Sangrai (Roast Level). Biji kopi yang diberi label espresso umumnya diproses dengan tingkat sangrai menengah hingga gelap (medium-dark hingga dark roast).

Penyangraian yang lebih lama ini bertujuan untuk menekan tingkat keasaman (acidity) biji kopi serta memunculkan cita rasa yang manis, tebal, dan bernuansa cokelat atau karamel.

Rasa yang kuat dan pekat ini sangat ideal agar cita rasa kopi tidak tenggelam saat dicampur dengan susu hangat pada sajian seperti latte atau cappuccino.

Sebaliknya, biji kopi yang dirancang untuk metode drip atau penyaring (filter) biasanya disangrai pada tingkat ringan hingga menengah (light hingga medium roast).

BACA JUGA:Surga Kopi Sumatra Membara, ICX Medan 2026 Obral Promo QRIS Cashback Ratusan Ribu

Proses ini sengaja dipertahankan agar karakter asli daerah asal biji kopi (origin profile), seperti aroma bunga, buah-buahan, dan tingkat keasaman yang segar, tetap terasa menonjol saat diseduh perlahan.

Kedua, Metode Penyeduhan dan Tekanan. Metode espresso mengandalkan mesin bertekanan tinggi (sekitar 9 bar atau lebih) untuk mendorong air panas menembus bubuk kopi halus dalam waktu singkat, yaitu sekitar 25 hingga 30 detik.

Proses serba cepat bertekanan tinggi ini menghasilkan ekstrak kopi yang sangat pekat dengan lapisan busa keemasan di atasnya yang dikenal sebagai crema.

Sementara itu, metode penyeduhan drip memanfaatkan gaya gravitasi. Air panas dituangkan secara perlahan dan menetes melewati bubuk kopi yang berada di atas kertas saring.

BACA JUGA:Ranjang Kopi Hitam, Ramuan Ajaib Tungku Rempah yang Bikin Pria Terus On Fire

Berita Terkait