Cuma Semangkuk Mi? Intip Rahasia Nanning dan Liuzhou, Kota Tersembunyi di Tiongkok yang Viral karena Kuliner!
Mi beras bukan sekadar menu sarapan, melainkan jendela untuk melihat sejarah dan akulturasi budaya. -Makansedap id-Straitstimes.com
NANNING, Makansedap.id – Selama ini, wisatawan mancanegara kerap menjadikan Kota NANNING di wilayah Guangxi, Tiongkok, hanya sebagai titik transit menuju Guilin yang kesohor.
Namun, tren baru yang disebut reverse tourism atau wisata balik arah kini mengubah segalanya.
Wisatawan mulai memburu kota-kota yang kurang populer demi mencari ketenangan dan keaslian budaya, dan Nanning bersama kota tetangganya, Liuzhou, mendadak menjadi primadona berkat semangkok mi beras.
Bagi warga lokal, mi beras bukan sekadar menu sarapan, melainkan jendela untuk melihat sejarah dan akulturasi budaya.
Di Nanning, variasi mi sangat melimpah, mulai dari mi gulung lembut isi daging babi hingga Mi Old Friend (laoyou fen).
Mi Old Friend memiliki sejarah yang menyentuh.
Konon, resep kuah asam pedas yang terbuat dari rebung fermentasi, kacang hitam, dan bawang putih ini diciptakan oleh seorang pemilik kedai teh untuk memulihkan nafsu makan sahabatnya yang sedang sakit.
Hingga kini, aroma tajam nan menggoda dari kedai-kedai di gang sempit Nanning terus menarik minat para pemburu kuliner.
Tak jauh dari Nanning, hanya satu jam perjalanan menggunakan kereta cepat, Kota Liuzhou menawarkan sensasi kuliner yang lebih ekstrem, Luosifen.
BACA JUGA:Bukan Cuma Viral! Intip 5 Tren Makanan Gen Z yang Ubah Industri Kuliner Global
Mi ini terkenal dengan kuah kaldu siput sungai yang aromanya sangat menyengat akibat rebung asam hasil fermentasi.
Meski baunya kerap dianggap aneh bagi pemula, Luosifen justru menjadi fenomena global.
Menurut data resmi Biro Perdagangan Liuzhou tahun 2025, industri mi siput ini diperkirakan bernilai lebih dari 80 miliar yuan atau sekitar seperempat dari total Produk Domestik Bruto (PDB) kota tersebut.