Kelezatan Kuliner Rabeg, Strategi Diplomasi Sultan Banten Ke-18
Pertemuan antara Sultan Banten Ke-18 dan jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten di Cafe Raja yang berada di Kampung Sukabela, Kota Serang, Senin, 2 Februari 2026--SMSI Provinsi Banten
JAKARTA, Makansedap.id - Kuliner merupakan sarana yang pas dalam menentukan strategi diplomasi.
Hal itu terbukti dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang mewarnai pertemuan antara Sultan Banten Ke-18 dan jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten di Cafe Raja yang berada di Kampung Sukabela, tepat di samping SPBU Kasemen Kota Serang.
Rabeg adalah makanan asli Banten. Rabeg berbahan dasar daging sapi atau kambing, rupanya nyaris sama seperti semur.
Selain rasa manis yang berasal dari kecap, cita rasa rabeg juga diperkaya dengan berbagai bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih dan lada.
BACA JUGA:Bahaya, Racun Arsenik Ditemukan dalam Kandungan Puluhan Produk Permen
Ada rasa pedas juga di dalam rabeg. Rasa itu berasal dari campuran rempah-rempah seperti biji pala, jahe, lengkuas, cabe rawit dan kayu manis.
Semua campuran bumbu tersebut dipercaya menjadi obat untuk menghangatkan tubuh sekaligus penetralisir kandungan lemak yang dibawa oleh daging sapi maupun kambing.
Pertemuan ini tidak hanya membahas agenda besar Hari Pers Nasional (HPN) 2026, tetapi juga menjadi momen apresiasi terhadap kekayaan kuliner khas Banten. Senin, 2 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan Banten Ke-18, R Tb Hendra Bambang Wisanggeni Soerya Atmadja, tampak sangat menikmati hidangan Rabeg, masakan legendaris khas kesultanan yang disajikan oleh Cafe Raja melalui undangan SMSI Banten.
Beliau secara khusus mengagumi kelezatan luar biasa dari bumbu rempah rabeg yang dinilai sangat otentik.
Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua SMSI Provinsi Banten yang sekaligus Penasehat PWI Banten, Lesman Bangun, didampingi Wakil Sekretaris II SMSI Banten, Herman, dan Ketua SMSI Kota Serang, Yudian.
Hadir pula tokoh agama, KH Aby Muluk, pimpinan Pondok Pesantren Manba'ul Ulum Kasuren.
Fokus utama bincang-bincang ini adalah mengenai kesiapan Provinsi Banten yang akan menjadi tuan rumah HPN 2026. Para peserta undangan berkunjung ke Kesultanan Banten.
Lesman Bangun menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak kesultanan dan tokoh masyarakat, untuk menyukseskan acara nasional tersebut.