Krisis Pangan Global 2026, 139 Juta Warga Afrika Terancam Kelaparan Akut
Lebih dari 139 juta orang di wilayah Afrika kini berada di ambang kelaparan akut akibat kombinasi konflik bersenjata dan guncangan iklim yang ekstrem.-Makansedap.id-BBC Getty Images
WASHINGTON DC, Makansedap.id - Dunia tengah menghadapi ancaman serius ketahanan pangan. Bank Dunia (World Bank) dalam laporan terbarunya memperingatkan bahwa lebih dari 139 juta orang di wilayah Afrika kini berada di ambang kelaparan akut akibat kombinasi konflik bersenjata dan guncangan iklim yang ekstrem.
Dalam pembaruan data ketahanan pangan per April 2026, Bank Dunia mengungkapkan bahwa di wilayah Afrika Timur dan Selatan, terdapat lebih dari 87 juta orang yang sedang berjuang melawan rasa lapar.
Sementara itu, di wilayah Afrika Barat dan Tengah, diproyeksikan sebanyak 52 juta orang akan mengalami kerawanan pangan akut pada pertengahan tahun 2026.
Picu Lonjakan Harga
Selain faktor iklim, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah turut memperburuk situasi global. Gangguan pada arus minyak dan pupuk melalui Selat Hormuz memicu ketidakpastian pasar.
BACA JUGA:Restoran Akar, Wujud Harmoni Rempah Bali dalam Balutan Teknik Memasak Prancis
"Konflik di Timur Tengah berisiko mendorong tambahan 45 juta orang ke dalam kelaparan akut pada pertengahan 2026," tulis laporan Bank Dunia.
Dampak nyata dari konflik ini adalah lonjakan harga pupuk jenis urea yang meroket hingga 46 persen dalam satu bulan (Februari-Maret 2026). Hal ini berdampak langsung pada biaya produksi pertanian global yang semakin mahal.
Inflasi Pangan
Data menunjukkan ketimpangan yang tajam dalam inflasi pangan. Negara-negara berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak.
Sebanyak 50 persen dari negara kategori ini mengalami inflasi pangan di atas 5 persen.
Harga komoditas pangan utama juga mengalami tren kenaikan dibandingkan laporan periode sebelumnya, yaitu gandum naik 13 persen, jagung naik 4 persen, Dan beras naik 5 persen.
Solusi Bank Dunia
Menghadapi krisis ini, Bank Dunia telah menyalurkan bantuan untuk 90 negara melalui berbagai program strategis.