Dampak Udara Beracun, Kedai Makanan Legendaris di Singapura Terancam Gulung Tikar
Kabut asap pekat yang menyelimuti Singapura kini melumpuhkan perekonomian para pelaku usaha mikro, khususnya pemilik kedai makanan (hawker center).-Makansedap.id-ST Kevin Lim
BACA JUGA:McDonald’s Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Sistem Harga Menu Berbasis AI
Jaringan Restoran Modern.
Sementara itu, restoran seperti Harry's yang memiliki area makan tertutup ber-AC pun mencatatkan penurunan jumlah pengunjung hingga 40%.
Mereka bahkan harus menutup area outdoor dan mengunci pintu depan demi menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Di tengah situasi serba sulit yang berbarengan dengan kenaikan pajak GST menjadi 9% serta regulasi pengembalian wadah minuman, para pedagang kini hanya bisa berharap adanya uluran tangan berupa bantuan finansial dari Pemerintah Singapura agar usaha mereka tetap dapat bertahan.