Hotel Bintang Lima di Hangzhou Sajikan Kuliner Khas Indonesia

Selasa 25-11-2025,00:15 WIB
Reporter : Rio Winto
Editor : Rio Winto

"Hanya memang di sini katanya kurang suka pedas, jadi untuk sambal saya kurangi pedasnya. Tapi, karena ini baru hari pertama saya masih menunggu respons dari pengunjung apakah perlu dikurangi lagi tingkat kepedasannya, sudah cukup atau malah perlu ditambah," ungkap Yuli.

Pria yang sudah bekerja sebagai koki sejak 2001 tersebut mengaku tidak punya banyak kesulitan untuk menemukan bumbu dan bahan yang diperlukan untuk memasak makanan Indonesia di Hangzhou.

"Saya hanya membawa terasi dari Indonesia yang lainnya lumayan bisa dicari di sini, hanya saja memang untuk acara seperti ini seharusnya ada dua koki mengingat masakan Indonesia bukan masakan yang bisa dibuat dalam waktu singkat," jelas Yuli.

Namun Yuli yang sebelumnya pernah bekerja sebagai koki di Jepang selama 6,5 tahun tersebut mengaku terbantu dengan koki lain asal China, walaupun mempunyai keterbatasan bahasa.

BACA JUGA:Simak Panduan Berburu Hadiah Natal di The Shoppes Marina Bay Sands

"Tantangan di dapur pasti ada karena saya tidak bisa bahasa Mandarin dan mereka tidak bisa bahasa Indonesia, tapi ada kitchen language seperti bahasa tubuh misalnya saya minta untuk memotong mereka paham kalau saya tunjukkan seperti ini," ungkap Yuli sambil mempraktikkan gaya orang memotong.

Yuli yang akan kembali ke Tanah Air pada 3 Desember 2025 mengaku juga menularkan sejumlah resep memasak makanan Indonesia ke koki lokal.

"Ya memang tujuan festival ini untuk mempopulerkan masakan Indonesia bagi mereka yang sudah tahu maupun yang belum pernah tahu," tambah Yuli sambil menawarkan pukis pandan.

Meski menawarkan banyak menu, tapi Yuli mengakui belum ada kopi Nusantara atau jenis minuman dari Indonesia yang tersaji dalam festival tersebut.

 

Kategori :

Terkini