PARIS, Makansedap.id - Berhasil bertahan selama dua abad bukanlah perkara mudah bagi sebuah merek. Namun, bagi Evian, usia 200 tahun hanyalah awal dari babak baru.
CEO Global Danone, Antoine de Saint Affrique, secara terang-terangan menyebut Evian bukan sekadar produk air mineral, melainkan sebuah anugerah bagi perusahaan.
Dalam wawancara eksklusif bersama Forbes yang dibaca Makansedap.id, Sabtu, 9 Mei 2026, Saint Affrique membeberkan alasan di balik ketangguhan Evian yang tetap menjadi pemimpin pasar air mineral premium global walaupun persaingan kian ketat.
Menurut dia, kekuatan utama Evian terletak pada sumbernya yang tak tergantikan dan kemampuannya menjaga relevansi lintas generasi.
BACA JUGA:Harga BBM Melambung, Warga Pilih Makan Hemat di McDonald’s dan Taco Bell demi Bertahan Hidup
“Evian adalah anugerah bagi sebuah merek (blessing of a brand). Ia memiliki kemurnian yang berasal langsung dari Pegunungan Alpen Prancis dan warisan sejarah yang sulit ditiru oleh siapa pun,” ujar Saint Affrique.
Inovasi Tanpa Menghilangkan Jati Diri
Merayakan dua abad perjalanannya (1826–2026), Danone selaku perusahaan induk tidak ingin hanya bernostalgia.
Di bawah kepemimpinan Saint Affrique, Evian justru tancap gas dengan serangkaian inovasi.
Salah satu yang paling mencolok adalah kolaborasi desain botol edisi terbatas dengan seniman ternama Jeff Koons serta kampanye global 200 Years Young.
BACA JUGA:Kolaborasi Juara Beauty Indonesia dan House of Tugu Jakarta Hadirkan Kemewahan Ritual Nusantara
Saint Affrique menekankan, kunci sukses Evian adalah menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.
Dia percaya bahwa meskipun airnya berasal dari ribuan tahun lalu, cara merek ini berkomunikasi harus tetap terasa segar dan 'muda'.
Komitmen Keberlanjutan di Tengah Krisis Iklim
Namun, di balik kemewahan citranya, Evian menghadapi tantangan besar, krisis iklim dan masalah limbah plastik.
Menjawab hal ini, Saint Affrique menegaskan komitmen Danone untuk memperkuat perlindungan sumber daya alam di Évian les Bains.