Ternyata Kurangi Asupan Protein Bisa Bikin Panjang Umur, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Minggu 30-08-2026,01:46 WIB
Reporter : Rio Winto
Editor : Rio Winto

JAKARTA, Makansedap.id - Tren mengonsumsi tinggi protein atau protein maxxing saat ini tengah menjamur di masyarakat. Mulai dari susu, camilan, hingga berbagai suplemen dikemas dengan klaim kaya protein.

Namun, temuan ilmiah terbaru justru mengungkapkan fakta sebaliknya, yaitu membatasi asupan protein ternyata berpotensi memicu peningkatkan kesehatan tubuh sekaligus memperpanjang usia harapan hidup.

Kesimpulan tersebut terungkap dari meta-analisis dan ulasan komprehensif atas lebih dari 350 penelitian mendalam yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Press Blue.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Dudley Lamming dari University of Wisconsin Madison memaparkan, konsumsi protein berlebih, terutama bagi individu yang kurang aktif bergerak, dapat memicu berbagai dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang.

BACA JUGA:Ini Rahasia Mayora Bikin Nutrisi Otak Tetap Terpenuhi!

Menurut laporan penelitian tersebut, ketika seseorang mengurangi asupan protein atau asam amino esensial tertentu (seperti isoleucine, valine, dan methionine), tubuh akan merespons dengan mengaktifkan mekanisme pembersihan dan perbaikan sel yang dikenal sebagai autofagi.

Sel tidak lagi memfokuskan energinya untuk pembelahan dan pertumbuhan secara terus-menerus yang berisiko meningkatkan sel zombi (senesen) penyebab inflamasi dan kanker, melainkan berfokus pada pemeliharaan jaringan tubuh.

Selain itu, pembatasan protein memicu peningkatan hormon Fibroblast Growth Factor 21 (FGF21).

Hormon ini terbukti secara klinis mampu meningkatkan metabolisme dan membantu pembakaran energi.

BACA JUGA:Susu Bisa Jadi Pilihan untuk Menemani saat Begadang

Kedua, mengendalikan kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin. Ketiga, meredakan peradangan kronis dalam tubuh.

Haruskah Semua Orang Memangkas Protein?

Seperti dilansir foodandwine.com yang dibaca Makansedap.id, Minggu, 30 Agustus 2026, para ahli menegaskan temuan ini bukan berarti setiap orang harus menghindari protein secara ekstrim. Kebutuhan nutrisi tetap sangat tergantung pada tingkat aktivitas fisik dan usia.

Bagi olahragawan, binaragawan, wanita hamil, serta lansia tertentu, asupan protein yang cukup tetap sangat dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot dan daya tahan tubuh.

Namun, bagi kelompok sedentary yaitu orang dewasa dengan gaya hidup pasif atau kurang berolahraga, konsumsi protein secara berlebihan justru memperberat kerja organ dan mempercepat proses penuaan seluler.

BACA JUGA:Manfaat Minum Teh Bisa Bantu Perempuan Masa Kini Tetap Fokus dan Optimal

Kategori :
https://makansedap.id/" title="Bowmore 9 Tahun Dinobatkan sebagai Singel Malt Terbaik di Bawah Usia 20 Tahun"> Bowmore 9 Tahun Dinobatkan sebagai Singel Malt Terbaik di Bawah Usia 20 Tahun

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/makansedap.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/makansedap.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/makansedap.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://makansedap.id/" title="Bowmore 9 Tahun Dinobatkan sebagai Singel Malt Terbaik di Bawah Usia 20 Tahun" style="color:#333">

Terkini