Giliran Chef dan Pemilik Restoran Bersatu Membentuk Masa Depan Kuliner Bali

Giliran Chef dan Pemilik Restoran Bersatu Membentuk Masa Depan Kuliner Bali

(Kiri ke kanan) Alexandra Carlton, Chef Maxie Millian, Chef Hans Christian, Chef Wayan Kresna Yasa.-Makan Sedap.id-Nuanu Creative City

- -

JAKARTA, Makandedap.id - Nuanu Creative City, Bali, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata terkemuka di dunia.

Pengakuan global, termasuk dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor, semakin meningkatkan visibilitas internasional Pulau Bali dan mempercepat evolusi sektor kulinernya.

Dalam beberapa tahun terakhir, restoran yang dipimpin chef, ekspansi jaringan hospitality internasional, serta operator lokal yang semakin berkembang telah meningkatkan standar dan skala industri kuliner Bali secara signifikan.

Dalam pidato utamanya, Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, menegaskan bahwa percakapan harus mendahului pembangunan.

BACA JUGA: Nuanu Creative City Ajak Pelaku Gastronomi Bangun Masa Depan Kuliner Bali

“Yang paling penting hari ini adalah menghadirkan orang-orang yang tepat dalam satu ruang,” ujar Lev Kroll.

“Mereka yang benar-benar membangun lanskap kuliner Bali dan Indonesia dapat berbicara terbuka tentang apa yang berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. Kami ingin Bali dan Nuanu tumbuh sebagai destinasi kuliner yang diperhitungkan. Karena itu, memulai dengan belajar dan mendengar terasa sebagai langkah yang paling tepat, ika kita ingin menemukan yang terbaik dari Indonesia sekaligus menghadirkan yang terbaik dari dunia, maka berdialog bersama para pemimpin hari ini adalah strategi yang relevan," kata Lev Kroll.

Sepanjang forum, diskusi menyoroti berbagai realitas yang menyertai pertumbuhan Bali sebagai destinasi kuliner global. Mulai dari kejelasan regulasi, ketahanan operasional, model investasi jangka panjang, hingga bagaimana memposisikan kuliner Indonesia secara lebih percaya diri di panggung internasional.

Isu-isu ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya ekspektasi pasar dan kompetisi yang semakin ketat. Didukung oleh Bali Tourism & Investment Chamber (BTIC), Bali Restaurant & Café Association (BRCA), dan Bali HoreCa Club (BHC), forum ini mencerminkan upaya kolektif untuk memastikan bahwa ekspansi industri diimbangi dengan tata kelola yang lebih kuat dan kerangka kelembagaan yang lebih jelas.

BACA JUGA:Pengalaman Eksklusif Menikmati Orkestra dan Makan Malam Mewah di Sardine by K Club

Salah satu fokus utama pembahasan adalah pentingnya menjaga identitas kuliner lokal Bali. Di tengah masuknya berbagai konsep internasional, para pembicara menekankan bahwa keunggulan Bali terletak pada bahan-bahan lokal, teknik tradisional, dan budaya makan yang mengakar kuat.

Tantangannya bukan sekadar mengikuti tren global, tetapi bagaimana mengembangkan inovasi tanpa kehilangan akar budaya.

Chef Wayan Kresna Yasa, pemilik HOME by Chef Wayan dan Chef Patron KAUM, membagikan perspektifnya sebagai chef lokal sekaligus operator internasional.

“Masa depan gastronomi Bali tergantung pada kemampuan kita untuk berinovasi tanpa kehilangan akar budaya kita. Kita harus berinvestasi bukan hanya pada konsep-konsep baru, tetapi juga dalam menjaga pengetahuan, bahan, dan tradisi yang mendefinisikan kita,” ujar Chef Wayan.

“Sebagai chef Bali, saya berterima kasih kepada Nuanu karena telah menciptakan platform di mana para pelaku di lapangan dapat berkumpul dan turut membentuk realitas industri kita," tambah dia.