Nuanu Creative City Gelar Konferensi Hospitality Terbesar di Bali, Dorong Ekosistem Kuliner Kelas Dunia
Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders 2.0, sebuah konferensi industri hospitality terbesar di Bali, yang berlangsung di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat, 3 Juli 2026.-Makansedap.id-Nuanu Creative City
TABANAN, Makansedap.id - Nuanu Creative City kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kuliner Pulau Dewata.
Kawasan kreatif mandiri tersebut resmi menggelar Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders 2.0, sebuah konferensi industri hospitality terbesar di Bali, yang berlangsung di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat, 3 Juli 2026.
Acara satu hari penuh ini menghadirkan lebih dari 20 pembicara ternama dalam satu panggung, mulai dari pemilik restoran (restaurateur), koki (chef) kelas dunia, operator hospitality, investor, pemasok, hingga jurnalis internasional.
Konferensi ini diselenggarakan sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat standar dan menentukan arah baru industri kuliner Bali di kancah global.
BACA JUGA: Nuanu Creative City Ajak Pelaku Gastronomi Bangun Masa Depan Kuliner Bali
Kurator Kuliner (F&B Curator) Nuanu, Evgenia Golomuz, menyampaikan bahwa Gastronomy Leaders 2.0 lahir dari keyakinan bahwa destinasi kuliner hanya dapat berkembang apabila seluruh ekosistem di Bali tumbuh secara bersama-sama.
"Sutala sebagai destinasi kuliner dan gaya hidup di Nuanu hanya dapat berkembang jika Bali juga berkembang. Kami tidak ingin membangun destinasi kuliner di tengah industri yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan ingin bertumbuh bersama seluruh ekosistem," ujar Evgenia dalam keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut Evgenia, menghadirkan koki terbaik dunia, mengundang media internasional, serta mempertemukan para pelaku industri dalam satu ruang merupakan langkah strategis untuk menempatkan Bali sebagai tujuan gastronomi utama dunia sekaligus menciptakan iklim bisnis hospitality yang lebih baik.
Kolaborasi Global dan Perspektif Internasional
Gastronomy Leaders 2.0 menjadi jembatan yang menghubungkan industri restoran lokal dengan tokoh-tokoh berpengaruh dari Australia dan Timur Tengah.
BACA JUGA: Inovasi Kuliner di Bali, Pengalaman Bersantap VR Michelin di Nuanu Creative City
Dua kawasan tersebut dinilai memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan peta kuliner Bali.
Sejumlah nama besar internasional turut membagikan pandangan mereka dalam acara ini, antara lain Avril Treasure (Editor Time Out Sydney), yang mengulas sudut pandang pasar Australia terhadap potensi kuliner Bali.
Kemudian, Cláudia de Brito (MENA's 50 Best & World's 50 Best Middle East), yang memaparkan minat pasar Timur Tengah.
Selanjutnya, ada Will Meyrick bersama jurnalis Myffy Rigby, dalam sesi fireside yang membahas perjalanan dua dekade membangun bisnis restoran di Asia.