Umat Paroki Lely Malang Donasikan 623 Paket Sembako untuk Anak Jalanan

Umat Katolik Paroki Maria Diangkat ke Surga, Jl Bunga Lely 17, Malang berbagi sembako kepada anak-anak jalanan asuhan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) di Sukun, Jagalan, Gadang, Muharto, dan Kampung Topeng, Rabu, 26 Maret 2025.-Makansedap.id-Umat Katolik Paroki Maria Diangkat ke Surga
MALANG, Makansedap.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Katolik Paroki Maria Diangkat ke Surga, Jl Bunga Lely 17, MALANG mengadakan aksi berbagi sembako kepada anak-anak jalanan asuhan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) di daerah Sukun, Jagalan, Gadang, Muharto, dan Kampung Topeng, Rabu, 26 Maret 2025.
“Terima kasih kepada semua umat Katolik Gereja Maria Diangkat ke Surga, para donatur yang sudah berpartisipasi, dan JKJT. Sebanyak 623 paket sembako masing-masing berisi beras 3 kg dan 4 bungkus mie instan, sudah dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan dalam hal ini anak-anak jalanan,” ujar Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr, inisiator kegiatan berbagi sembako tersebut melalui keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Sabtu, 29 Maret 2025.
Romo Fajar kemudian mengungkapkan bagaimana aksi berbagi sembako itu bisa terjadi. Sekitar 20 hari sebelumnya, Romo Fajar mendengar curhat anak-anak jalanan itu kepada Agustinus Teja Bawana, ketua JKJT, yang menanyakan apakah ayah Romo, sapaan akrab mereka kepada Romo Fajar, di tengah kondisi ekonomi yang sulit ini ditambah tidak adanya THR bagi mereka, mau memberikan zakat untuk mereka.
Nah, mendapat permintaan tersebut Romo Fajar berinisitaif untuk mengetuk hati umatnya di dua gereja yang ada di dalam wilayah Paroki Maria Diangkat ke Surga. Dalam kotbahnya saat memimpin misa di dua gereja tersebut, Romo Fajar mengajak untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan indulgensi penuh di tahun Yubileum.
BACA JUGA:Gereja Katedral Jakarta Berbagi Ratusan Takjil untuk Pengendara
“Pertama saya tanyakan ke umat. Kalian sebagai pribadi, umat lingkungan atau pun umat paroki sering mengadakan ziarek. jawab jujur apakah lebih banyak ziarah atau rekreasinya?' Umat menjawab lebih banyak rekreasinya,” beber Romo Fajar.
Setelah mendapat jawaban umat, Romo Fajar kemudian mengingatkan bahwa di tahun Yubileum ini untuk dapat menerima indulgensi penuh ada 4 syarat yang harus dipenuhi yaitu (1) penngakuan doa, (2) ekaristi dan menyambut komuni, (3) mendoakan intensinya Paus setiap habis misa, dan (4) melakukan perbuatan baik.
“Setelah itu saya ceritakan soal anak-anak jalanan yang mengharapkan gereja berbagi berkat, dan umat setuju. Jadi berinisiatif untuk mengadakan kolekte ke-3 di luar kolekte yang sudah ada agar tidak terkait administrasi gereja. Dalam 3 kali misa di dua gereja tersebut terkumpulah dana sekitar Rp 22 juta. Dengan dana itu kami bisa membeli beras sebanyak 2 ton 300 kg dan mi instan, hingga diperoleh 623 paket sembako masing-masing berisi beras 3 kg, dan 3 bungkus mie instan,” jelas Romo Fajar.
Romo Fajar menambahkan, acara pembagian sembako pada Rabu, 26 Maret tersebut berjalan lancar tanpa keributan sedikitpun karena dia dibantu dengan para suster aspiran ALMA dan Ursulin, serta ibu-ibu Wanita Katolik (WK). Sementara anak-anak jalanan penerima paket sembako juga berlaku tertib di bawah koordinasi JKJT.
BACA JUGA:Daftar Menu Sehat Lebaran untuk Anak
Lebih jauh, Romo Fajar mengatakan, acara berbagi sembako ini juga menjadi ajang reunian kecil dengan para anak jalanan yang memang sudah sering saling mengunjungi.
“Pembagian paket sembako memang pas jika dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung, yang tidak terjamah oleh pemerintah. Nanti pada H plus 2 Lebaran pasti mereka juga datang berhalal bihalal ke kami,” imbuh dia.
Di sisi lain, tegas Romo Fajar, aksi berbagi sembako ini juga dimaksudkan untuk melatih kepedulian umat sekaligus kesaksian bagi para suster.
“Bagaimana umat tidak sibuk dengan urusannya sendiri. Sementara kepada para suster saya minta mereka memakai pakaian seragamnya, saya juga pakaii jubah meski cuaca sangat panas. Karena jubah sebagai sarana kesaksian,” jelas dia.