Demam Matcha di Amerika Serikat Bikin Jepang Kewalahan, Pasokan Teh Hijau Mulai Terancam

Demam Matcha di Amerika Serikat Bikin Jepang Kewalahan, Pasokan Teh Hijau Mulai Terancam

Tren konsumsi matcha atau teh hijau bubuk khas Jepang di Amerika Serikat terus mengalami lonjakan signifikan.-Makansedap.id-Getty Images

- -

TOKYO, Makansedap.id - Tren konsumsi matcha atau teh hijau bubuk khas Jepang di Amerika Serikat terus mengalami lonjakan signifikan.

Namun, meroketnya permintaan pasar di Negeri Paman Sam tersebut kini memicu tantangan berat bagi rantai pasokan teh hijau di Jepang yang mulai kewalahan memenuhi permintaan global.

Seperti dilansir Forbes yang dibaca Makansedap.id, Selasa, 1 September 2026, fenomena lonjakan popularitas matcha di Amerika Serikat kini tidak hanya terbatas pada minuman olahan seperti matcha latte, tetapi juga merambah pada konsumsi matcha kualitas premium sebagai teh seduh murni.

Peningkatan literasi dan kesadaran konsumen Amerika Serikat terhadap kualitas serta manfaat kesehatan matcha menjadi pendorong utama lonjakan permintaan ini.

BACA JUGA:Gempar, Burger King Resmi 'Pecat' Maskot Ikonisnya demi Ambil Hati Konsumen

Kondisi tersebut menekan rantai pasokan teh di Jepang. Para produsen lokal di Jepang harus berjuang keras menjaga stabilitas pasokan di tengah keterbatasan lahan, krisis tenaga kerja akibat penuaan populasi, hingga dampak perubahan iklim yang memengaruhi hasil panen.

Menanggapi krisis pasokan dan tantangan lingkungan ini, sejumlah produsen di Jepang mulai menerapkan inovasi metode pertanian modern.

Salah satu produsen di Prefektur Shizuoka, misalnya, menerapkan sistem pertanian berbasis energi surya (solar-powered farming).

Inovasi ini dilakukan untuk membangun sistem produksi teh yang lebih berkelanjutan, tahan terhadap perubahan cuaca, sekaligus efisien dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Bukan Pemilik Merek, Pria Ini Raup Rp 81 Triliun Cuma dari Bisnis Restoran Waralaba

Upaya modernisasi dan keberlanjutan sektor pertanian di Jepang diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi teh hijau, sehingga dapat terus memenuhi permintaan pasar internasional yang kian meningkat tanpa merusak ekosistem lokal.

Berita Terkait