The Spice Route of Indonesia Iftar, Perpaduan Kuliner Nusantara dan Arsitektur Batavia

The Spice Route of Indonesia Iftar, Perpaduan Kuliner Nusantara dan Arsitektur Batavia

The Spice Route of Indonesia-Makansedap.id-House of Tugu Jakarta

- -

JAKARTA, Makansedap.id - Melalui konsep The Spice Route of Indonesia Iftar, House of Tugu Jakarta, properti heritage, menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang terkurasi, memadukan kekayaan rasa Nusantara dengan karakter arsitektur Batavia yang autentik.  

Disajikan melalui Jajaghu serta sentuhan kopi dari Babah Koffie by Kawisari Coffee, rangkaian ini berlangsung sepanjang Ramadan 1447H, mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2026.

Selama berabad-abad, komoditas paling berharga di dunia bukan emas, melainkan rempah dari Nusantara. Untuk sampai ke meja makan Eropa, setiap butir pala dari Maluku harus melewati satu titik penting di pantai utara Jawa, kawasan yang kini dikenal sebagai Kota Tua Jakarta.

Pada 30 Mei 1619, Belanda membangun Batavia dan menjadikannya markas besar VOC. Dari sini, harga cengkih dunia ditentukan dan distribusi rempah diatur sebelum dikirim ke Amsterdam.

BACA JUGA:Pentingnya Merayakan Hangatnya Kebersamaan dan Berbagi Kebaikan 

Kawasan ini bukan hanya kota kolonial. Dia adalah pusat komando ekonomi global pada masanya. House of Tugu Jakarta berdiri tepat di jantung kawasan tersebut.

“Konsep ini terinspirasi langsung dari sejarah bangunan dan kawasan di sekitarnya. Rempah bagi kami bukan sekadar bahan dapur, melainkan bagian dari memori Nusantara yang masih terasa hingga kini. Ramadan menjadi momen yang paling relevan untuk menghadirkannya kembali melalui rasa,” ujar Shafa Haura, Representatif House of Tugu Jakarta dalam keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Kamis, 12 Maret 2026.

The Spice Route of Indonesia Iftar

Dari latar sejarah itulah konsep The Spice Route of Indonesia Iftar hadir. Bukan sekadar rangkaian menu Ramadan, melainkan sebuah perjalanan rasa yang terkurasi, mengajak tamu menelusuri jalur rempah Nusantara dari satu hidangan ke hidangan berikutnya. 

Setiap sajian dipilih karena cerita di baliknya, dari mana asalnya, rempah apa yang membentuknya, dan bagaimana ia terhubung dengan sejarah kawasan ini.

BACA JUGA:Jennifer Garner Bagikan Resep Masak Cepat Steak Rice Bowl Bersama Kylie Kelce

Setiap hidangan dirancang sebagai representasi perjalanan rasa. Gulai Kambing Padang membuka pengalaman berbuka dengan daging yang dimasak perlahan dalam kuah rempah yang kaya dan berlapis. 

Bebek Betutu Gianyar disajikan utuh, dibalut pasta rempah khas Bali lalu dipanggang hingga teksturnya lembut dan sarat cita rasa.

Sebagai penutup manis, Jejak Rempah di Dalam Kurma menghadirkan Kurma medjool premium berisi kacang mede panggang dengan sentuhan kayu manis yang halus, dilengkapi Kolak Biji Salak dengan gula aren dan santan beraroma jahe yang hangat. 

Berita Terkait