Platform ini memberikan peluang ekonomi bagi ratusan ribu mitra pengantar (riders) serta membantu digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM) agar mampu bersaing di pasar digital.
Perkuat Dominasi di Asia Timur
CEO dan Pendiri Grab, Anthony Tan, menyatakan bahwa akuisisi ini merupakan tonggak sejarah bagi pertumbuhan perusahaan.
Menurutnya, Taiwan adalah pasar yang sangat menarik dengan daya beli konsumen yang tinggi serta infrastruktur digital yang sangat maju.
"Kami sangat antusias untuk menghadirkan keahlian operasional dan ekosistem Grab ke Taiwan. Akuisisi ini bukan sekadar ekspansi geografis, tetapi upaya kami untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen dan mitra pengemudi di wilayah baru," ujar Anthony dalam keterangan resminya.
Menelikung Uber Eats di Pasar Taiwan
Sebelum kesepakatan ini terjadi, pasar layanan pesan antar makanan di Taiwan sempat diramaikan oleh rencana akuisisi Uber Eats terhadap Foodpanda pada tahun 2025.
Namun, rencana tersebut kandas setelah otoritas persaingan usaha setempat (TFTC) menyatakan keberatan atas potensi monopoli pasar.
Grab masuk dengan posisi yang lebih menguntungkan karena belum memiliki jejak operasional di Taiwan, sehingga potensi hambatan regulasi terkait monopoli dinilai lebih rendah.
Berdasarkan data industri, Foodpanda Taiwan mencatatkan nilai transaksi bruto (GMV) sebesar US$ 1,8 miliar pada t2025 dengan cakupan layanan di 21 kota.
BACA JUGA:Incaran Wisatawan! Ini 12 Kedai Gelato Terbaik di Venesia yang Wajib Dicoba
Strategi Pasca-Akuisisi
Proses transaksi ini diharapkan rampung sepenuhnya pada paruh kedua tahun 2026, menunggu persetujuan dari regulator Taiwan.
Grab berencana untuk mulai mengintegrasikan platform Foodpanda ke dalam aplikasi Grab secara bertahap pada paruh pertama tahun 2027.