Giliran Kalimantan Selatan Pamerkan Pesona Kuliner dan Alamnya di China
Soto Banjar merupakan kuliner tradisional khas Kalimantan Selatan.-Makansedap.id-Cookpad.com
JAKARTA, Makansedap.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memamerkan pesona alam dan kulinernya dalam pameran dagang China - ASEAN Expo (Caexpo) 2025 di Nanning, Provinsi Guangxi, China.
Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Iwan Bagiawan di sela pembukaan Caexpo, Rabu, 17 September 2025, menyampaikan, Kalimantan Selatan yang menempati Paviliun City of Charm, menonjolkan pesona alam dan kuliner khas Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Bubu, dan Tapin, hingga peluang investasi di sektor pertambangan dan perkebunan.
“Partisipasi ini diharapkan menjadi langkah untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis dengan pemerintah, perusahaan dan masyarakat ASEAN dan khususnya di provinsi Guangxi,” kata Iwan dalam pernyataan seperti dilansir Antaranews.com yang dibaca Makansedap.id, di Jakarta, Rabu, 17 September 2025.
Kalimantan Selatan dan Guangxi, kata Iwan, memiliki sejumlah persamaan dalam banyak hal, seperti sumber daya alam, pertanian, perkebunan dan pertambangan.
BACA JUGA:Mengenal Lebih Jauh Tujuh Kuliner Tradisional Khas Nepal
Kementerian Perdagangan, sebagai pemimpin delegasi Indonesia, juga menghadirkan Paviliun Komoditas Indonesia di hall yang berbeda dengan yang ditempati Kalimantan Selatan. Pada paviliun tersebut, terdapat 74 booth dengan produk unggulan Indonesia seperti sawit dan turunannya, kerajinan, kopi, cengkeh, buah tropis, furniture, fashion, serta potensi wisata.
Ada pula booth Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Telekomunikasi Indonesia (Telin) yang menampilkan pencapaian Indonesia di bidang teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan ekosistem ekonomi digital.
Melalui pernyataan yang sama, Wakil Duta Besar Indonesia untuk China, Parulian Silalahi, menyampaikan, kehadiran Indonesia Caexpo - CABIS 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat rantai pasok global, mendorong ekspor UMKM, dan menarik investasi berkelanjutan.
“Partisipasi Indonesia di Caexpo - CABIS 2025 bukan sekadar mempromosikan produk, tapi memperkuat kemitraan strategis dengan China dan ASEAN,” ucap Parulian.
BACA JUGA:Konsumsi Tepung Almond Lebih Sehat? Begini Penjelasan Pakar
Pada CAEXPO 2024, Indonesia berhasil meraih tujuh penghargaan bergengsi, termasuk Best National Pavilion. Prestasi tersebut menjadi modal untuk meraih capaian lebih tinggi pada 2025.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), China tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan kontribusi 40,86% impor nonmigas pada Januari 2025.
Caexpo yang digelar bersamaan dengan dan China - ASEAN Business and Investment Summit (CABIS), 17-21 September, merupakan platform tahunan kerja sama ekonomi ASEAN - China yang telah berlangsung sejak 2004, sebagai pilar pelaksanaan kesepakatan China ASEAN Free Trade Area (CAFTA).
Acara ini mempertemukan ribuan pelaku usaha, investor, dan pejabat pemerintah, menjadi pintu masuk strategis bagi produk ASEAN di Pasar China. Khusus untuk Indonesia, acara ini juga didedikasikan untuk menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.