Bukan Cuma Jualan Minuman, Coca-Cola Siapkan Rp 160 Triliun Demi Kuasai Pasar Amerika Serikat

Bukan Cuma Jualan Minuman, Coca-Cola Siapkan Rp 160 Triliun Demi Kuasai Pasar Amerika Serikat

Raksasa minuman global, Coca-Cola, bersama mitra pengemasan (bottlers), resmi mengumumkan komitmen investasi bernilai fantastis mencapai US$ 10 miliar (sekitar Rp 160 triliun).-Makansedap.id-Christopher Doering

- -

JAKARTA, Makansedap.id — Raksasa minuman global, Coca-Cola, bersama mitra pengemasan (bottlers), resmi mengumumkan komitmen investasi bernilai fantastis mencapai US$ 10 miliar (sekitar Rp 160 triliun).

Langkah besar ini ditargetkan rampung pada 2030 guna memperluas fasilitas manufaktur, infrastruktur produksi, dan jaringan distribusi di pasar terbesar mereka, Amerika Serikat.

Pengumuman ekspansi masif ini disampaikan manajemen Coca-Cola menyusul lonjakan permintaan konsumen yang terus meningkat terhadap lini produk mereka.

Investasi tersebut mencakup kombinasi proyek baru dan proyek yang sedang berjalan di sejumlah wilayah strategis.

BACA JUGA:Pabrik Raksasa PepsiCo Berusia 60 Tahun Resmi Hentikan Operasi, Ratusan Pekerja Kena PHK

Fasilitas Produksi dan Distribusi Baru

Dalam keterangan resminya, Coca-Cola merincikan beberapa titik utama yang menjadi fokus pengembangan infrastruktur.

Pertama, Pabrik & Distribusi Botol. Rancho Cucamonga (California), Colorado Springs (Colorado), dan Orlando.

Kedua, Fasilitas Manufaktur. Indianapolis dan kampus Coca-Cola United di Birmingham, Alabama.

Ketiga, Produk Olahan Susu (Fairlife). Ekspansi pabrik Fairlife di Coopersville (Michigan) dan Webster (New York).

BACA JUGA:Kejutan, Anggur Jenis Ini Dikirim ke Luar Angkasa, Bakal Jadi Minuman Termahal di Bumi?

Keempat, Pusat Logistik Tambahan. Wilayah St. Cloud, Minnesota, serta lokasi pendukung lainnya dalam rentang empat tahun ke depan.

Sumbang Rp 160 Miliar per Jam 

Langkah investasi ini selaras dengan hasil studi independen dari lembaga konsultan Steward Redqueen mengenai dampak ekonomi Coca-Cola di Amerika Serikat.

Studi tersebut mencatat bahwa Coca-Cola memberikan kontribusi hingga US$ 85 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat.