Obat Diet GLP-1 Ancam Nilai Merek Snack Raksasa hingga Rp 1.100 Triliun

Obat Diet GLP-1 Ancam Nilai Merek Snack Raksasa hingga Rp 1.100 Triliun

Peningkatan penggunaan obat diet ini menempatkan nilai merek makanan cepat saji dan camilan senilai US$ 73 miliar (sekitar Rp 1.100 triliun) dalam posisi berisiko.-Makansedap.id-PepsiCo

- -

Penelitian terpisah dari Cornell University menemukan bahwa rumah tangga yang memiliki minimal satu anggota keluarga pengguna obat GLP-1 mengalami penurunan belanja bahan makanan hingga 6%.

Laporan FAIR juga menorehkan fakta bahwa pengguna obat ini rata-rata mengonsumsi 700 kalori lebih sedikit per hari, dengan penurunan drastis pada konsumsi makanan olahan, minuman manis, dan camilan tinggi gula.

BACA JUGA:Pabrik Raksasa PepsiCo Berusia 60 Tahun Resmi Hentikan Operasi, Ratusan Pekerja Kena PHK

"Tantangannya bukan berarti konsumen akan berhenti total membeli cokelat atau keripik. Namun, jutaan keputusan konsumsi harian menjadi lebih kecil, lebih jarang, atau beralih ke kategori lain. Bagi raksasa industri, pergeseran sekecil apa pun membawa konsekuensi komersial yang signifikan," ujar Henry Farr, Direktur Valuasi di Brand Finance seperti dilansir Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Rabu, 23 September 2026.

Strategi Adaptasi dan Peluang Baru

Menghadapi tren ini, raksasa makanan dunia mulai memutar otak dengan meluncurkan lini produk baru yang disesuaikan untuk pengguna GLP-1.

Pertama, Nestlé meluncurkan merek Vital Pursuit, produk makanan siap saji yang difokuskan untuk manajemen berat badan dan pengguna GLP-1.

Kedua, Danone merilis varian minuman yoghurt Oikos tinggi protein untuk membantu mempertahankan massa otot pengguna obat diet.

BACA JUGA:Pemilik IQ Tinggi Punya Pemahaman Mendalam soal Wine, Ini Buktinya

Ketiga, Conagra Brands memberikan label GLP-1 Friendly pada lini makanan beku Healthy Choice.

Keempat, Ferrero mengakuisisi merek granola dan oat Purely Elizabeth guna memperkuat portofolio makanan sehat.

Di sisi lain, tidak semua sektor industri makanan merugi. Laporan Brand Finance mencatat bahwa sektor minuman fungsional dan hidrasi justru mendapat keuntungan dari tren ini.

Merek seperti Gatorade, Aquafina, Minute Maid, hingga minuman energi Monster mengalami lonjakan permintaan karena konsumen GLP-1 aktif mencari produk yang mendukung hidrasi dan kesehatan tubuh.

BACA JUGA:Tinggalkan Racikan Rumit, Gen Z Mulai Beralih ke Koktail Kalengan Premium