Festival Film Berperan Penting dalam Literasi dan Apresiasi Sinema

Kehadiran festival film berperan penting dalam literasi dan apresiasi sinema di dalam ekosistem perfilman. (Foto Mongabay)

JAKARTA, Makansedap.id – Direktur Perfilman, Musik dan Media Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Ahmad Mahendra mengatakan, kehadiran festival film berperan penting dalam literasi dan apresiasi sinema di dalam ekosistem perfilman.

“Festival film memiliki peran penting dalam ekosistem perfilman yang mencakup kreasi, produksi, distribusi, literasi, apresiasi, pendidikan film dan arsip. Semuanya memiliki posisinya masing-masing, dan festival film memiliki posisi apresiasi dan literasi,” kata Mahendra dalam jumpa pers daring, Kamis, 16 November 2022.

“Kontribusinya jelas sekali penting. Sebab, mempertahankan budaya menonton, literasi, apresiasi, dan membangun keragaman bisa terbentuk melalui festival film,” ujar dia menambahkan.

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan festival film harus terus diberikan dukungan. Pada saat pandemi, misalnya, banyak festival film yang hadir dengan berbagai penyesuaian.

“Saya berpikir isu film tidak boleh turun, walaupun saat pandemi Covid-19. Siapa pun yang minta bantuan harus dibantu tanpa syarat. Itu yang terjadi. Kehadiran festival film di beberapa kota melalui ruang lain hingga online, itu harus dijaga,” kata Mahendra.

“Kalau sudah seperti ini, justru Covid-19 memberikan pembelajaran, bukan semakin turun, namun semakin kuat karena ada yang namanya festival film hibrida, yang membuat penontonnya lebih luas lagi. Posisi festival semakin diuntungkan untuk bisa memanfaatkan jaringannya,” imbuh dia.

Baca Juga:   Seruni, Ungkapan Daun Jatuh tentang Kisah Fase Anak Muda

Fondasi Budaya Sinema

Hal senada diungkapkan sineas sekaligus Direktur Festival Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2022, Ifa Isfansyah. Dia mengatakan, festival film bisa dibilang merupakan fondasi dari budaya sinema dan menonton masyarakat.

“Saat ini pun walaupun pandemi belum selesai, justru impact yang kita dapat itu impact positif, karena yang paling penting adalah bagaimana bertahan menjalankan program-program yang menjaga budaya sinema dan menonton. Itu yang paling ingin kita jaga dan tidak hilang,” kata Ifa.

Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2011 itu menambahkan, kehadiran festival film bukan sekadar untuk merayakan sinema, namun juga untuk menikmati seni dalam perayaan itu sendiri.

“Di festival, kita tidak bisa menonton semuanya, dan itu adalah seninya. Bagaimana kita bisa memilih film sesuai selera dan film yang beragam. Harapannya bisa menjadi jendela sinema dari yang pembuat film yang emerging sampai established,” ujar Ifa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan