Layar Virtual Bantu Proses Produksi Langkah Renjana

Proses pembuatan film pendek Langkah Renjana menggunakan teknologi virtual production. (DOK Langkah Renjana)

JAKARTA, Makansedap.id – Teknologi virtual production yang digunakan Layar Virtual membantu proses produksi film pendek berjudul Langkah Renjana yang disutradarai Inarah Syarafina.

Demikian penjelasan Inarah Syarafina, sang sutradara, beserta tiga bintang film Langkah Renjana, yaitu Umay Shahab, Ashira Zamita, dan Lula Lahfah saat membahas tentang Layar Virtual di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Inarah, sutradara Langkah Renjana, Layar Virtual telah membuat kami menjadi paham tentang teknik virtual production. Saat ini, teknik-teknik tersebut sudah sering digunakan oleh film-film barat, namun masih minim penggunaannya di Indonesia.

“Saat mengetahui Layar Virtual memakai peralatan dan teknologi dengan standar sama seperti Hollywood, saya dan teman-teman sineas yang ikut terlibat dalam project film Langkah Renjana sangat antusias untuk belajar bersama dan berkarya menggunakan virtual production,” jelas Inarah.

Film pendek Langkah Renjana merupakan contoh sederhana. Syuting dengan sistem virtual production akan lebih efisien. “Jika dilihat dari script, film Langkah Renjana membutuhkan dana yang sangat besar untuk diproduksi khususnya menyangkut latar lokasi. Namun, dengan adanya sistem virtual production yang disediakan oleh Layar Virtual, kita tidak perlu berangkat ke negara-negara yang tertera pada script. Syuting cukup di Jakarta, hanya di satu lokasi, sudah bisa keliling untuk syuting di tiga negara dengan set yang berbeda-beda,” tutur Inarah.

Saat ditanya soal kendala, Inarah menilai produksi film dengan sistem virtual production tidak menjadi beban, melainkan hal yang menyenangkan. “Kita bersama-sama meluangkan sedikit energi lebih untuk belajar sistem baru yang memudahkan untuk bisa menjadi lebih kreatif saat berkarya,” papar Inarah.

Hal senada diungkapkan oleh Umay Shahab, pemeran tokoh Renjana. “Produksi film Langkah Renaja sangat menyenangkan. Apalagi, bekerja sama dengan pacar saya sendiri, tidak butuh waktu yang lama untuk mengetahui apa visi dan misi dari setiap adegan yang disutradarai oleh Inarah. Bahkan, kami menjadi memiliki pengalaman akting yang cukup menantang dengan teknologi virtual production. Sebab, kemampuan imajinasi aktor semakin diuji,” ujar Umay.

Sistem virtual production, menurut Umay, membantu memudahkan produksi film. “Mungkin, jika melihat dari sisi produksi akan menjadi lebih efisien dan bisa membuat imajinasi kreator lebih tersampaikan,” kata dia.

Baca Juga:   Trauma DBD, Keluarga Ringgo Jalani Gaya Hidup Lebih Bersih

Umay pun menceritakan sedikit soal perannya sebagai Renjana, sosok seorang pemuda yang merantau ke New York, Amerika Serikat, dengan cita-cita menjadi artis hebat dan karyanya bisa ditampilkan di Times Square. “Di sini, Renjana bisa menjadi perwakilan dari teman teman yang hidup di perantauan,” tambah Umay.

Pengalaman Baru

Sistem virtual production pun menjadi sebuah pengalaman baru bagi Ashira Zamita. “Jujur, proses syuting Langkah Renjana ini menjadi salah satu pengalaman baru buat aku. Sebab, syuting Layar Virtual ini canggih. Awal-awal tes kamera, aku sempat ragu. Memangnya bisa ya terlihat real. Dan, ternyata benar-benar canggih. Menurut aku, lumayan lebih efisien buat syuting yang latarnya kompleks,” ujar Ashira.

Ashira pun mengaku baru kali pertama disutradarai Inarah. “Sekarang bisa kerja sama secara professional, dan lumayan takut ya. Tetapi, pas syuting mengejutkan, tidak deg-degan menghadapi Inarah, malah lebih deg-degan. Sebab, adegannya banyak marah-marah sama Umay dan saya menjadi adiknya Umay. So far, aku suka dan cocok sama sistem arahannya Inarah. Saya berharap bisa kerja lagi dalam project selanjutnya yang lebih seru dan eksploratif,” jelas dia.

Ashira menjelaskan, sistem virtual production bisa menjadi alternatif yang inovatif buat perkembangan industri film Indonesia ke depan. “Bakal banyak genre dan cerita yang bisa dieksplor karena setnya cukup di studio aja. Namun, konsepnya bisa dibawa kemana-mana. Kita sebagai aktor menjadi tertantang buat beradaptasi sama sistem syuting yang seperti ini juga. Harapannya semoga masa depan menjadi cerah buat film Indonesia yang semakin maju dan tidak kalah sama Hollywood,” tutur dia.

Begitu pula dengan Lula Lahfah yang berperan sebagai Kamila, pacar Renjana. “Senang dan seru. Everyone was really helpful towards each other, jadi lingkungannya juga senyaman itu,” kata Lula.

Lula mengaku kagum saat kali pertama syuting dengan teknologi canggih virtual production. “Menurut aku sangat membantu proses syuting. Sebab, karena kita bisa ganti lokasi, tanpa perlu pindah lokasi,” tambah dia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan