Belajar Memahami Filosofi Jamu dari Cafe Jamu Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 18 ribu jenis jamu dan lebih dari 600 ribu ragam kuliner tradisional .-Makansedap.id-Alodokter
JAKARTA, Makansedap.id - Cafe Jamu Indonesia yang mengusung konsep Jamu Experience Cafe mengajak para pengunjung untuk memahami filosofi Jamu tentang doa, kesehatan dan pengetahuan lintas generasi sekaligus menikmati inovasi yang dikemas dengan selera masa kini.
"Indonesia memiliki sekitar 18 ribu jenis jamu dan lebih dari 600 ribu ragam kuliner tradisional sebuah lanskap pengetahuan lokal yang mencerminkan jati diri bangsa. Di balik angka-angka itu, tersimpan peluang besar untuk kesehatan masyarakat dan daya saing ekonomi berbasis budaya," kata Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam peresmian kafe yang digelar di Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026, Taruna menyampaikan jamu tidak pernah menjadi sebuah hal yang dapat membuat nostalgia, tetapi juga jembatan untuk menyampaikan warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya digarap.
Seperti dilansir Antaranews.com, generasi muda dapat menikmatinya dengan berkunjung ke kafe yang menghadirkan jamu di dalam sebuah ruang yang estetis, narasi yang informatif, dan produk yang dirancang mengikuti ritme hidup modern.
BACA JUGA:Tips Mengonsumsi Buah agar Gula Darah Tetap Stabil
Menurut dia, langkah untuk mengedukasi masyarakat melalui konsep kafe dan mengembangkan jamu secara bertanggung jawab merupakan langkah yang baik. Bagi dia, inovasi berbasis bahan alam hanya akan bermakna jika tetap mengedepankan keamanan dan mutu.
Pemerintah melalui BPOM mendorong penguatan pengawasan obat tradisional agar jamu Indonesia siap debut di kancah global. Dalam konteks ini, jamu diposisikan bukan hanya sebagai produk kesehatan, tetapi juga sebagai duta budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.
Taruna juga berkomitmen memberantas peredaran jamu ilegal produk tanpa izin edar atau yang mengandung bahan kimia berbahaya, serta mendorong integrasi jamu dan obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional.
Dia menilai Indonesia dapat belajar dari negara seperti China dan India yang berhasil mengintegrasikan pengobatan tradisional ke layanan kesehatan modern, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan efektivitas.
BACA JUGA:Apel Lawan Pisang, Mana yang Lebih Bagus untuk Mengontrol Gula Darah?
Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada (Acaraki), Jony Yuwono menambahkan, pendirian kafe menjadi bagian dari komitmen jangka panjang
"Jamu dihadirkan bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan mendekatkannya kembali ke keseharian masyarakat terutama generasi muda yang tumbuh di tengah arus globalisasi dan budaya populer," kata dia.
Di tempat itu, diperkenalkan Acaraki Jamu Capsule alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Terdapat tiga varian yang dapat dicoba yakni Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger. Ketiganya diluncurkan sebagai pelengkap, bukan pengganti jamu seduh.