Pangkas Plastik Besar-besaran, Nestlé Bocorkan Strategi Baru hingga 2030

Pangkas Plastik Besar-besaran, Nestlé Bocorkan Strategi Baru hingga 2030

Nestle berencana memangkas penggunaan plastik murni (virgin plastic) sebesar 12 hingga 17 persen dibandingkan dengan tingkat penggunaan pada 2018.-Makansedap.id-Getty Images

- -

JAKARTA, Makansedap.id  - Raksasa makanan dan minuman global, Nestlé, resmi mempertajam target keberlanjutan kemasannya hingga 2030.

Perusahaan multinasional ini berencana memangkas penggunaan plastik murni (virgin plastic) sebesar 12 hingga 17 persen dibandingkan dengan tingkat penggunaan pada 2018.

Langkah strategis tersebut tertuang dalam peta jalan keberlanjutan kemasan terbaru yang dirilis oleh Nestlé.

Target ini diproyeksikan mencakup penyesuaian bisnis, termasuk rencana pelepasan sebagian saham pada unit bisnis air minumnya yang bernilai sekitar US$ 3,4 miliar.

BACA JUGA:Raksasa Makanan Dunia Merugi di Amerika Utara? Bos Nestlé Blak-blakan Ungkap Kekecewaannya

Nestlé membagi strategi pengurangan plastik murni ke dalam tiga fokus utama. Pertama, penggunaan plastik daur ulang (50% - 60% Kontribusi). Sebagian besar pengurangan plastik murni akan didorong oleh peningkatan porsi plastik daur ulang.

Hingga 2025, Nestlé mencatat penggunaan materi daur ulang pada kemasan plastiknya telah mencapai 21 persen.

Guna memperluas penggunaan recycled PET (rPET), perusahaan kini menggiatkan riset terkait standar keamanan pangan kemasan daur ulang.

Kedua, pengurangan dan pengalihan material (30% - 40% Kontribusi). Nestlé berupaya mengurangi volume plastik secara langsung, salah satunya melalui peralihan ke kemasan berbasis kertas.

BACA JUGA:Rahasia Cuan Bisnis Snack, Pendiri RXBar dan David Bars Resmi Masuk Daftar Konglomerat Dunia

Penggunaan kemasan plastik Nestlé sendiri berhasil ditekan dari 1,7 juta metrik ton pada 2018 menjadi 0,86 juta metrik ton pada 2025.

Sebagai komitmen keberlanjutan, Nestlé menjadi salah satu penggagas PaperFlex Consortium bersama Ellen MacArthur Foundation untuk mengembangkan kemasan lentur berbasis kertas, seperti yang telah diterapkan pada bungkus Nescafé di Eropa.

Ketiga, Inovasi Kemasan Isi Ulang dan Alternatif (10% - 15% Kontribusi). Nestlé juga mengeksplorasi skema penggunaan kembali (reuse) dan isi ulang (refill) di tingkat rumah tangga.

Meski porsi kemasan yang dapat dipakai ulang baru mencapai 0,51 persen pada 2025, perusahaan melihat peluang besar pada konsep isi ulang mandiri konsumen.

BACA JUGA:Produk Sarapan Praktis Ini Siap Invasi Ribuan Gerai Walmart