Dijerat Hukum Gegara Mirip, Permen Milik YouTuber Terkenal Digugat Raksasa Global
Raksasa makanan global, Mondelēz International resmi melayangkan gugatan hukum federal terhadap Project 7 Inc., perusahaan di balik merek permen Joyride yang diasosiasikan dengan YouTuber terkenal Ryan Trahan.-Makansedap.id-Food Dive
NEW YORK, Makansedap.id - Raksasa makanan global, Mondelez International resmi melayangkan gugatan hukum federal terhadap Project 7 Inc., perusahaan di balik merek permen Joyride yang diasosiasikan dengan YouTuber terkenal Ryan Trahan.
Gugatan ini dilayangkan lantaran Joyride dituding menjiplak bentuk fisik serta desain kemasan ikonik milik permen legendaris Sour Patch Kids.
Dalam dokumen gugatan yang didaftarkan di pengadilan federal Amerika Serikat, Mondelēz menyatakan bahwa Joyride telah berulang kali diperingatkan secara baik-baik terkait pelanggaran hak kekayaan intelektual tersebut.
Namun, pihak Joyride dinilai mengabaikannya dan tetap melakukan pembaruan desain produk yang justru semakin mirip dengan bentuk karakter manusia kecil milik Sour Patch Kids.
BACA JUGA:McDonald’s Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Sistem Harga Menu Berbasis AI
"Mondelēz memiliki hak merek dagang terdaftar secara federal untuk melindungi bentuk khas dan tampilan visual permen Sour Patch Kids kami," ujar perwakilan hukum Mondelez, menegaskan posisi kuat klien mereka dalam melindungi aset merek seperti dilansir Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Rabu, 4 November 2026.
Pihak Mondelēz menuntut pengadilan agar segera mengeluarkan perintah pelarangan (injunction) bagi Joyride untuk menghentikan penjualan produk yang dianggap melanggar hak cipta tersebut. Selain itu, mereka juga menuntut ganti rugi material serta pembayaran biaya pengacara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Joyride maupun manajemen dari Ryan Trahan masih belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah hukum yang mengancam eksistensi lini produk permen populer mereka di pasaran.
Kasus ini sekaligus menjadi sorotan tajam di tengah tren dupe culture, fenomena ketika merek-merek baru kerap berjalan di atas batas tipis antara kompetisi bisnis yang sehat dan pelanggaran merek dagang.