Gagal Total, Taiwan Tolak Pembelian Foodpanda oleh Grab Sebesar Rp 9,6 Triliun

Gagal Total, Taiwan Tolak Pembelian Foodpanda oleh Grab Sebesar Rp 9,6 Triliun

Impian raksasa teknologi Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd., untuk mencaplok bisnis pengantaran makanan Foodpanda di Taiwan dipastikan kandas alias gagal total.-Makansedap id-Human Resources Online

- -

TAIPEI, Makansedap.id - Impian raksasa teknologi Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd., untuk mencaplok bisnis pengantaran makanan Foodpanda di Taiwan dipastikan kandas alias gagal total.

Komisi Perdagangan yang Adil (Fair Trade Commission/FTC) Taiwan secara resmi melarang rencana akuisisi senilai US$ 600 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun tersebut.

Seperti dilansir Reuters yang dibaca Makansedap.id, keputusan tegas yang diumumkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, itu diambil lantaran regulator menilai kesepakatan bisnis tersebut membawa ancaman serius terhadap persaingan usaha yang sehat di pasaran.

Berdasarkan hasil investigasi mendalam, otoritas pengawas persaingan usaha Taiwan menyatakan bahwa langkah mitigasi atau perbaikan yang diajukan oleh pihak Grab maupun pemilik Foodpanda, Delivery Hero SE, dinilai sangat tidak memadai untuk menepis risiko monopoli.

BACA JUGA:Ekspansi Global, Grab Akuisisi Layanan Pesan Antar Makanan Foodpanda Taiwan Senilai Rp 10,25 Triliun

Selain itu, regulator juga menyoroti adanya keterkaitan kepemilikan saham dari Uber di dalam struktur Grab yang dikhawatirkan dapat semakin mempersempit ruang gerak kompetitor lain dan merugikan konsumen maupun mitra pengemudi di Taiwan.

Dengan penolakan resmi ini, maka upaya Grab untuk melebarkan sayap dan masuk ke pasar pengantaran makanan di Taiwan melalui jalur akuisisi resmi tertutup rapat.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Grab maupun Foodpanda belum memberikan komentar lebih lanjut terkait langkah hukum atau strategi bisnis berikutnya.