Ahli Gizi Ingatkan Takjil Bukan Ajang Makan Besar
Masyarakat diminta memahami untuk tidak menjadikan takjil sebagai ajang makan besar. Takjil hanya untuk membatalkan puasa dan rehidrasi.-Makansedap.id-Master Diskon
JAKARTA, Makansedap.id - Dokter dan ahli gizi masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan takjil sebagai ajang makan besar.
Menurut dia, konsumsi gorengan, kolak, atau makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan asupan kalori yang tidak diperlukan.
“Tujuan takjil hanya untuk membatalkan puasa dan rehidrasi. Rehidrasi itu air, bukan teh manis, bukan susu, bukan sirup,” kata ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu seperti dilansir dari Antaranews.com yang dibaca Makansedap.id, Selasa, 24 Februari 2026.
Tan Shot Yen mengatakan, konsumsi takjil saat berbuka puasa dengan cukup minum air putih dan tiga butir kurma agar gula darah tetap stabil dan asupan nutrisi seimbang.
BACA JUGA:Konsumsi Makanan Manis dan Karbo saat Sahur Bikin Cepat Lapar
Dia menambahkan air putih adalah cara terbaik untuk mengembalikan cairan tubuh setelah berpuasa. Sedangkan, konsumsi kurma dalam jumlah terbatas membantu mempersiapkan pencernaan sebelum makan utama tanpa memberikan beban kalori berlebih.
“Makanan kecil seperti kurma membantu membangunkan pencernaan tanpa menjadi beban sebelum sholat magrib,” ujar dia.
Bagi masyarakat yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan, dia menekankan pentingnya mengatur porsi dan mengikuti prinsip gizi seimbang.
“Bukan lebih, bukan kurang, tapi cukup,” tutur dia.