Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Implementasi TKDN di Industri Farmasi

Direktur Utama LSP Pasar Modal, Haryajid Ramelan (tengah) dalam seminar Investment Talk: Implikasi Kinerja Sektor Kesehatan dan Produk TKDN dalam Konteks Pasar Modal yang digelar Jumat, 24 November 2023. (Foto Phapros)

JAKARTA, Makansedap.id – Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci Tingkat Komponen Dalam Negeri  atau TKDN di industri farmasi.

Implementasi kebijakan TKDN dalam berbagai industri di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini telah diatur oleh Pemerintah, salah satunya dalam PP No. 29/2018 tentang Pemberdayaan Industri.

Industri kesehatan menjadi salah satu yang didorong peningkatan nilai TKDN oleh Pemerintah guna menekan impor dan bertransformasi menjadi negara yang mandiri di bidang kesehatan, termasuk obat-obatan.

Dalam keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Sabtu, 2 Desember 2023, Direktur Utama LSP Pasar Modal, Haryajid Ramelan dalam seminar Investment Talk: Implikasi Kinerja Sektor Kesehatan dan Produk TKDN dalam Konteks Pasar Modal yang digelar Jumat, 24 November 2023, mengatakan selama ini industri kesehatan nasional, terutama obat-obatan bergantung pada impor bahan baku obat. Bahkan, nilai impornya mencapai lebih dari 90%.

Baca Juga:   Ini Makna dari Lagu Surga di Timur

“Hal ini karena tingginya biaya riset dan investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik bahan baku obat di Indonesia, sehingga jumlah industri hulu atau kimia dasar yang merupakan bahan baku obat itu masih sedikit pemainnya. Padahal, jika industri hulu ini berkembang, akan ada banyak manfaatnya, salah satunya peningkatan daya saing industri farmasi nasional,” ujar Haryajid Ramelan.

Namun, ini bukan berarti industri kesehatan tidak dapat meningkatkan nilai TKDN agar bisa lebih mandiri. Menurut Haryajid Ramelan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu jalan bagi industri farmasi untuk bisa mandiri di masa yang akan datang. Dengan kemandirian, ini akan dapat mengurangi dampak fluktuasi harga komoditas global dan membantu pertunbuhan ekonomi,” terang Haryajid Ramelan.

1 2

Iklan