Menikmati Aroma Kaldu Sapi Bakso Boedjangan dengan Konsep Baru yang Lebih Modern

 Menikmati Aroma Kaldu Sapi Bakso Boedjangan dengan Konsep Baru yang Lebih Modern

Aneka ragam menu yang tersedia di Bakso Boedjangan.-Makansedap.id-Antaranews.com/Farika Khotimah

- -

BACA JUGA:Tradisi 8 Kuliner Khas Halloween dari Berbagai Negara

Ada Bakso Cincang dengan gigitan gurih yang padat, Bakso Keju berisi lelehan keju lembut di tengah daging, hingga bakso bagi pecinta pedas, yakni Bakso Membara dengan sambal cabai di dalamnya.

Bakso Telur pun juga tersedia, isian telur bulat utuh memberi tekstur berbeda di antara kuah kaldu yang gurih. Setiap paket disajikan dengan mie telur, bihun, sawi, dan pangsit goreng. Harga menunya mulai dari Rp 30.000 per porsi.

Rahasia Dapur

Di dapur penelitian CRP Group, proses pembuatan bakso dilakukan dengan presisi. Penggunaan es batu saat penggilingan menjadi salah satu langkah penting.

“Es menjaga suhu agar protein daging tidak rusak. Kalau panas, tekstur bisa berubah. Jadi kami tidak butuh bahan pengenyal tambahan,” kata Chef Rifky.

BACA JUGA:Resep Minuman untuk Mengatasi Masalah Sembelit

Chef Kiky menambahkan, kuah menjadi elemen paling krusial. “Saya ingin kuah yang bisa langsung dinikmati tanpa diracik. Gurihnya harus alami. Rempah kami uji satu per satu untuk cari komposisi terbaik,” ujar Chef Kiky.

Selain kuah kaldu klasik, Boedjangan memperkenalkan varian kuah keju yang lebih lembut dan creamy. Keju dikembangkan khusus agar bisa menyatu dengan kaldu tanpa membuat rasa berat.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru untuk pelanggan muda, tapi tetap punya karakter Indonesia,” ujar Rifky.

Untuk pencinta pedas, ada varian kuah membara yang menggunakan cabai dengan kualitas berbeda. “Level satu saja sudah pedas sekali,” kata dia sambil tersenyum.

BACA JUGA:Ini 48 Pelaku Usaha Kuliner Lolos Tahap Kurasi Demoday FSI

Lebih dari Sekadar Rasa

Head of Partnership & Business Development CRP Group, Fachmi Jaidi menyebut konsep baru Bakso Boedjangan untuk pembaruan rasa dan strategi memperkuat identitas merek di tengah persaingan bisnis kuliner.

“Kami ingin Boedjangan tetap relevan. Karena itu kami fokus pada tiga hal, yaitu konsistensi rasa, peningkatan layanan, dan pengalaman pelanggan,” ujar Fachmi.