Seram, Penyakit Gaya Hidup Hantui Anak Muda Masa Kini

Penyakit gaya hidup (lifestyle diseases) mulai menghantui anak muda. Sebab, pola gaya hidup sangat memengaruhi masalah kesehatan.

JAKARTA, makansedap.id – Penyakit gaya hidup (lifestyle diseases) mulai menghantui anak muda. Sebab, pola gaya hidup sangat memengaruhi masalah kesehatan.

“Anak muda perlu memberikan perhatian serius soal penyakit gaya hidup. Anda bisa melakukan check list pada diri sendiri, misalnya, seperti berapa banyak minuman kemasan dikonsumsi dalam seminggu, berapa gelas air putih yang diminum dalam sehari, kapan terakhir berolahraga, bagaimana jam tidur Anda dan apakah rutin melakukan medical checkup,” kata Senior Manager Medical Underwriter Sequis dr Fridolin Seto Pandu dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Makan Sedap, Sabtu, 29 Oktober 2022.

Penyakit gaya hidup telah menyebabkan banyak masalah kesehatan pada jangka panjang dan bisa saja berujung pada kerugian finansial. Sebab, perawatan kesehatan di rumah sakit membutuhkan biaya besar. Namun, demi kesembuhan, segala upaya pastinya akan dilakukan, Untuk itu, anak muda perlu mempersiapkan finansial dengan asuransi kesehatan.

Menurut Head of Digital Channel Sequis, Antonius Tan, Sequis melalui kanal asuransi online Super You by Sequis Online menyediakan asuransi kesehatan Super Easy Health untuk memenuhi kebutuhan anak muda, yakni mudah dibeli, premi terjangkau, dan dapat memberikan manfaat yang mumpuni bukan hanya menanggung biaya harian kamar rumah sakit. Tetapi, ada sejumlah manfaat yang berguna saat rawat inap. Misalnya, manfaat biaya perawatan kanker yang dibayarkan sesuai tagihan, biaya rawat cuci darah jika terdiagnosis gagal ginjal yang dibayar sesuai tagihan, dan manfaat terapi fisik oleh jasa ahli fisioterapi jika direkomendasikan oleh dokter spesialis.

Penyakit Tidak Menular

Penyakit gaya hidup, umumnya disebabkan oleh pola makan dan kandungan yang tidak sehat. Misalnya, makan dalam porsi banyak dan tinggi gula, garam, lemak dan minyak. Selain itu, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga dapat membahayakan organ paru dan jantung. Faktor lainnya adalah kurang bergerak, malas melakukan latihan fisik, dan tidak berolahraga secara teratur.

Bagi yang terbiasa mengganti jam tidur malam dengan tidur pagi dan kurang beristirahat juga bisa menjadi pencetus penyakit gaya hidup.

Baca Juga:   Sinopsis Not Friends, Arti Pertemanan Versi Anak Sekolah

“Penyakit gaya hidup tergolong Penyakit Tidak Menular (PTM) atau non-communicable disease (NCD), yakni penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman, virus, bakteri, jamur atau bakteri.

“PTM ada yang tidak disadari atau kerap disebut penyakit dalam senyap, seperti hipertensi, kolesterol, dan diabetes. Penderitanya sering merasa tidak ada keluhan, hanya gejala ringan sehingga tidak diidentifikasi sebagai penyebab penyakit kritis. Sebaiknya, melakukan cek kesehatan untuk deteksi dini beberapa PTM,” sebut dr Fridolin.

Pada masa lalu, penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol, gagal ginjal, stroke identik mengancam kesehatan mereka yang lanjut usia. Namun, sekarang, PTM sangat dekat dengan orang muda. Hal ini dialami Christy, 31 tahun, karyawan swasta yang pernah didiagnosis hipertensi tinggi saat akan melakukan operasi pada saluran pencernaan. Hal ini ia ketahui setelah melakukan medical check-up sebelum operasi karena pasien harus dalam kondisi sehat. Selama ini, Christy memang merasa sering sakit kepala. Ia mengira rasa sakit tersebut karena kurang tidur sehingga ia obati sendiri dengan obat pereda nyeri (pain killer).

Pengalaman menyesal mengabaikan medical checkup dirasakan oleh Riana, 45 tahun, saat didiagnosis memiliki kolesterol tinggi. Beberapa kali Riana mengeluhkan rasa pegal, mudah lelah, dan sering sakit pada persendian. Ia mencoba mengurangi rasa nyeri tersebut dengan jasa pijat karena mengira kelelahan terjadi akibat setiap hari harus berangkat kerja sangat pagi dan sampai di rumah sudah menjelang malam. Saat rasa sakit tidak tertahan lagi, ia pun memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit. Oleh dokter, Riana disarankan medical checkup. Dari pengalaman pemeriksaan, barulah ia tahu ternyata terkena kolesterol.

Dua kasus di atas masih terhitung sederhana karena dalam beberapa kasus lainnya, gejala ringan dapat meningkat menjadi penyakit kritis, seperti gagal ginjal kronis dan kanker.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan