Kisah Sop Sapi, Sambal Teri Ala Medan, dan Limoncello di Via Campania
Dubes RI untuk Italia, Junimart Girsang foto bersama rombongan PWKI di depan lukisan berusia 600 tahun yang berkisah tentang manusia di bawah pandangan Sang Pemelihara Kehidupan.-Makansedap.id-PWKI
“Cinta itu memang menyatukan dan tidak boleh memisahkan. Segala persoalan betapapun rumitnya akan selesai jika dilandasi dengan cinta. Karena cinta itu pula, ia berencana memasang patung Ir. Soekarno di salah satu titik bersejarah di KBRI Untuk Italia. Gedung ini dibeli oleh Presiden Soekarno. Untuk mengabdi pada negara dan bangsa, harus mencintai sejarah.
Waktu menunjukan pukul 11.00 waktu setempat. Rombongan PWKI berpamitan untuk kembali ke penginapan. Sebelumnya Junimart Girsang mengajak berfoto bersama di ruang tamu yang bernuansa sangat klasik. Berfoto di depan lukisan berusia 600 tahun. Kisah tentang manusia di bawah pandangan Sang Pemelihara Kehidupan.
BACA JUGA:BaoBar, Destinasi Kuliner Asia Berkonsep Artisan di Bali
Ketika menuju mobil pengantar, Lucius Gora Kunjana menanyakan kepada Putut Prabantoro, soal informasi A-1.
Pertanyaan Gora adalah sikap keponya wartawan. Ingin tahu! Bagi Gora, informasi A-1 itu sangat jarang diketahui publik. Dan, bahkan, tidak pernah tercium oleh media. Didorong rasa penasaran, ia ingin mendengar cerita di meja makan sesungguhnya.
Putut Prabantoro mengatakan, yang menceritakan kisah ini adalah Hermawi F Taslim, Sekjen Partai Nasdem. Sepenggal kisah cinta anak kepada ibunya itu diceritakan oleh Hermawi Taslim kepada Putut Prabantoro saat keduanya sarapan bersama di Alam Sutera, Tangerang. Itu terjadi beberapa bulan sebelum rombongan PWKI tahu akan berangkat ke Roma.
Kaitannya? Putut Prabantoro tidak menjawab. Namun kepada Gora, dia mengaku, alasan mengapa Hermawi Taslim menceritakan kisah A-1 itu kepadanya. A-1 kisah cinta anak kepada ibunya itu yang sangat memperhatikan para biarawan-biarawati.