Ancaman Kelaparan, Krisis Energi Dunia Picu Harga Pupuk Melejit, Asia di Ambang Bahaya?

Ancaman Kelaparan, Krisis Energi Dunia Picu Harga Pupuk Melejit, Asia di Ambang Bahaya?

Krisis di Timur Tengah kini tidak lagi hanya soal konflik bersenjata, melainkan telah bergeser menjadi ancaman nyata bagi meja makan penduduk dunia, khususnya di kawasan Asia dan Pasifik. -Makansedap.id-VOD

- -

"Harga tinggi di pasar tidak hanya mengurangi daya beli masyarakat, tetapi juga memaksa rumah tangga menurunkan kualitas konsumsi makanan mereka. Ini adalah guncangan sistemik yang merambat dari ladang hingga ke urusan perut masyarakat," tambah Zhang.

BACA JUGA:Harga BBM Melambung, Warga Pilih Makan Hemat di McDonald’s dan Taco Bell demi Bertahan Hidup

Solusi Jangka Panjang

Menghadapi ancaman ini, ADB menekankan pentingnya tindakan cepat sebelum musim tanam tiba.

Koordinasi pengadaan pupuk dan pemberian kredit bagi petani menjadi prioritas jangka pendek yang tidak bisa ditunda.

Namun, untuk jangka panjang, ketergantungan pada pupuk kimia impor harus mulai dikurangi. ADB mendorong transisi menuju pertanian regeneratif yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan pupuk organik dan manajemen kesehatan tanah secara terpadu dinilai mampu menjaga hasil panen sekaligus meningkatkan daya tahan sektor pertanian terhadap guncangan pasar global di masa depan.

BACA JUGA:Jack Daniel's dan Pernod Ricard Akhiri Negosiasi Merger Setelah Gagal Capai Kesepakatan

Krisis ini menjadi pengingat keras bagi negara-negara Asia untuk segera menransformasi sistem pangan mereka menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan, sebelum ancaman 'piring kosong' benar-benar menjadi kenyataan.