Tinggalkan Botol Kaca, Tren Koktail Kemasan Kaleng Ancam Industri Minuman Keras Tradisional
Konsumen beralih ke minuman koktail siap minum dalam kemasan kaleng (ready to drink atau RTD) yang lebih praktis dan terjangkau.-Makansedap.id-Brett Carlsen Getty Images
BACA JUGA:Rahasia Cuan Bisnis Snack, Pendiri RXBar dan David Bars Resmi Masuk Daftar Konglomerat Dunia
Koktail kalengan menawarkan kepraktisan, mudah dibawa ke mana saja, dan harganya jauh lebih terjangkau.
Kedua, Promosi Media Sosial. Strategi pemasaran digital dan desain kemasan yang unik, seperti kaleng berbentuk bulat milik BuzzBallz, terbukti sangat efektif menarik perhatian konsumen muda di media sosial.
Ketiga, Kualitas Rasa. Scott Scanlon menegaskan bahwa faktor rasa menjadi alasan paling krusial.
Rasa koktail kalengan saat ini dinilai konsisten dan sering kali lebih enak dibandingkan racikan mandiri atau sajian di bar.
BACA JUGA:Masuk Kalangan Anak Muda, Bacardi Spiced Twin Pack Sajikan Minuman Going Coco
Raksasa Industri Pilih Jalur Akuisisi
Pesatnya pertumbuhan pasar RTD memaksa para raksasa industri minuman beralkohol mengambil langkah strategis.
Daripada menghabiskan anggaran riset dan pengembangan (R&D) yang besar untuk menciptakan produk baru dari nol, perusahaan besar lebih memilih menguasai pasar melalui akuisisi merek-merek RTD yang sudah populer.
Sejumlah merek koktail kalengan ternama seperti Cutwater, BuzzBallz, BeatBox, Fishers Island Lemonade, dan Long Drink telah resmi dicaplok oleh raksasa industri dalam beberapa tahun terakhir.
Trend akuisisi ini diprediksi masih akan terus berlanjut seiring dengan pergantian pimpinan eksekutif di beberapa raksasa minuman keras global.
BACA JUGA:Produk Sarapan Praktis Ini Siap Invasi Ribuan Gerai Walmart
Kendati demikian, pertumbuhan pesat di segmen koktail kalengan belum sepenuhnya mampu menutupi penurunan omzet dari lini minuman keras tradisional mereka yang terus merosot.