Wajib Dikawal, Pemerintah Lanjutkan Penyelidikan Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah melanjutkan penyelidikan kasus gangguan ginjal akut pada anak yang berkaitan dengan cemaran bahan kimia berbahaya pada obat sirop hingga tuntas. (Foto Florida Kidney Physicians)

JAKARTA, makansedap.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah melanjutkan penyelidikan kasus gangguan ginjal akut pada anak yang berkaitan dengan cemaran bahan kimia berbahaya pada obat sirop hingga tuntas.

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berkoordinasi dengan BPOM agar penyelidikan kasus ini bisa tuntas. Sebab, risiko terbesarnya ada dari obat atau makanan,” kata Menkes dalam rapat kerja pemerintah bersama Komisi IX DPR RI yang diikuti via daring di Jakarta, Rabu (2/11).

Dia mengatakan, peningkatan kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia kemungkinan dipicu oleh cemaran senyawa kimia berbahaya dalam obat sirop. Senyawa kimia yang dimaksud yakni etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Baca Juga:   Giliran 176 Daerah Raih Penghargaan Swasti Saba KKS dan STBM 2023

“Berdasarkan analisa toksikologi pasien, obat-obatan yang dikonsumsi pasien, dan referensi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), besar kemungkinan pasien terpapar senyawa kimia berbahaya dari obat sirop yang mereka minum,” kata Budi.

Dia mengemukakan, keberadaan cemaran EG dan DEG pada produk obat sirop tidak sepenuhnya menunjukkan hubungan kausalitas dengan gangguan ginjal akut. Namun, penurunan kasus terjadi setelah pemerintah untuk sementara melarang konsumsi obat sirop.

Sementara itu, penanganan pasien gangguan ginjal akut , menurut Budi, bisa dengan Fomepizole yang dapat memperbaiki fungsi ginjal pasien.

“Kemenkes juga telah menyediakan obat Fomepizole sebagai antidotum. Sejauh ini penggunaan Fomepizole mengindikasikan perbaikan pada fungsi ginjal pasien,” katanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan