JAKARTA, makansedap.id – Pendiri komunitas Tempe Ide, Retno Putri mengatakan, ragam kuliner Indonesia bisa menjadi pintu gerbang pariwisata, salah satunya literasi tentang tempe.

“Kuliner Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebesar itu semestinya bisa menjadi gerbang untuk pariwisata. Dengan Rasasastra, langkah pertama ngomongin soal tempe,” ucap Putri melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 6 November 2022.

Di sela acara Rasasastra Union, Putri mengaku, ingin menggaungkan kuliner Indonesia agar bisa sekuat ragam makanan khas dari negara asing, khususnya tempe.

Dengan mendukung program pemerintah Indonesia Spice up the World, komunitas Tempe Ide ingin menyuarakan kuliner Indonesia agar lebih dikenal di negara lain, terutama tempe yang sebenarnya sudah mulai dikenal di luar negeri.

“Tempe itu sebenarnya banyak di Amerika Serikat, Kanada, mereka tahu tempe, tapi enggak tahu dari Indonesia. Semua itu suatu narasi yang harus disampaikan,” ucap Putri.

Tempe Ide adalah komunitas yang berangkat dari kepedulian dan rasa cinta pada kekayaan budaya Indonesia. Melalui kampanye #CeritaTempe, Tempe Ide menggali ragam kisah tempe dalam keseharian individu dan mengeksplorasi kembali kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang dapat diungkap dari tempe.

Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang kini dalam proses untuk mendapat pengukuhan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

Baca Juga:   Selai Cokelat Bubuk, Referensi Kamus Kuliner dari Chicco Jerikho

“Kita melihat tempe sebagai masakan rakyat, lahir dari rakyat untuk rakyat. Dan, kemudian dia bisa menembus strata sosial masyarakat mulai rakyat bawah sampai kelas bangsawan tempe bisa ada di menu harian,” ucap Putri.

Sejalan dengan misi Putri, Adityasari sebagai partnernya dalam komunitas Tempe Ide mengatakan, dari tempe masyarakat bisa belajar sejarah dan budaya Indonesia melalui rasa.

“Dari rasa kita bisa belajar sejarah, belajar budaya dan kenapa tempe, cerita tempe bukan tentang produk, tapi sebuah proses, ada proses budaya, proses peradaban bagaimana orang Indonesia bertahan hidup,” ucap Putri.

Putri berharap tempe bisa menjadi penyatu lidah semua daerah di Indonesia. Sebab, tempe mudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

“Kalau kita melihat tempe ini sebagai makanan yang juga terkenal di Indonesia dan mungkin bisa menyatukan lidah dari Aceh sampai Papua, walaupun dari Jawa, tapi bisa diterima dan jadi makanan lokal,” ucap wanita yang disapa Adit ini.

Dalam acara Rasasastra Union, Tempe Ide mengenalkan kuliner olahan tempe yang jarang ada, khususnya di Jakarta seperti jadah tempe khas Yogyakarta, sambal tumpang khas Solo, dan olahan tempe dan tahu bacem.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan