JAKARTA, Makansedap.id – Para peneliti telah menemukan bahwa diet atlantik yang menjadi pola diet tradisional di Portugal dan Galisia, sebuah wilayah di barat laut Spanyol, bisa mengurangi risiko sindrom metabolik.

Sindrom metabolik juga dikenal sebagai sindrom X atau sindrom resistensi insulin terdiri atas sekelompok lima elemen risiko yang jika tidak ditangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Faktor risiko tersebut termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, penumpukan lemak abdominal berlebihan, dan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi atau HDL yang rendah. Salah satu solusi mengurangi risiko sindrom metabolik adalah melakukan diet atlantik

Seperti dikutip dari Medical Daily, Sabtu, 10 Februari 2024, mengonsumsi ikan dan makanan laut, ditambah dengan makanan berbasis pati, buah-buahan kering, keju, susu, dan konsumsi daging serta anggur secara rutin adalah ciri khas dari diet atlantik untuk mengurangi risiko sindrom metabolik.

Baca Juga:   Wih, Vidi Aldiano dan Kevin Sanjaya Buka Restoran Rumu Private Room Grill

Temuan studi baru didasarkan pada uji klinis acak selama 6 bulan yang dilakukan antara 2014 dan 2015 di A Estrada, Spanyol yang bertujuan untuk menyelidiki efek diet Atlantik tradisional terhadap kesehatan manusia, khususnya sindrom metabolik atau MetS dan keberlanjutan lingkungan. Studi tersebut diterbitkan dalam Jurnal Jama Network.

Sebanyak 574 peserta berusia 3 tahun hingga 85 tahun terlibat dalam studi ini. Dengan menggunakan tabel nomor acak yang dihasilkan oleh komputer, peserta secara acak dibagi dalam rasio 1:1 ke dalam kelompok intervensi dan kontrol.

1 2

Iklan