JAKARTA, Makansedap.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendukung program Venture Factory for Scholars (VFS) bagi pelajar di seluruh Indonesia.

“Saya mendukung program VFS dari Lestari sebagai inisiatif transformatif yang sejalan dengan prioritas Kemenpora untuk memperkuat pemberdayaan generasi muda,” ujar Dito Ariotedjo di Jakarta, Senin, 3 Juli 2023.

VFS adalah sebuah program inkubasi inovasi bisnis berskala global bagi akademisi dan diaspora Indonesia yang memiliki atau ingin memiliki usaha berbasis riset yang menyelesaikan tantangan masa depan dunia. Pada edisi perdana ini, VFS akan fokus pada empat sektor, yaitu agrikultur, kesehatan, pendidikan, dan energi.

Program VFS memberikan platform bagi para inovator muda untuk membuat inovasi dalam bidang energi, agrikultur, edukasi, dan kesehatan. Inovasi-inovasi ini tidak hanya mengatasi tantangan dunia yang mendesak, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, saya berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang membina semangat kewirausahaan dan mempromosikan masa depan yang berkelanjutan bagi Indonesia. Bersama-sama, mari kita memberdayakan generasi muda Indonesia membangun inovasi berkelanjutan yang memecahkan tantangan masa depan dunia,” ujar Dito Ariotedjo.

Program VFS diluncurkan oleh Pijar Foundation, melalui platform inovasi, Lestari. Menurut Cynthia Krisanti, Direktur Inovasi Pijar Foundation, inovasi berbasis riset dan teknologi memiliki peran krusial dalam mengatasi tantangan iklim dan pemanasan global di Indonesia.

Baca Juga:   Pencak Silat, Olahraga Bela Diri Asli Indonesia Berkembang di Uzbekistan

“Dengan berinvestasi dalam penelitian dan kemajuan teknologi, kami dapat mendorong percepatan inovasi berkelanjutan dengan dampak inovasi yang tidak linear dalam mengatasi tantangan ini. Inovasi ini tidak hanya memitigasi dampak perubahan iklim serta membantu Indonesia mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca hingga sebesar 41% pada 2030, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, menjamin masa depan yang berkelanjutan,” ujar Cynthia.

Minimnya wirausaha muda di Indonesia masih menjadi catatan penting bagi Indonesia. Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,47%. Padahal, rasio kewirausahaan yang memadai adalah prasyarat Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Keresahan ini ditangkap oleh lembaga filantropi Pijar Foundation melalui platform inovasinya, Lestari.

Selain itu, VFS juga bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia dan Forum Diaspora Indonesia dengan tujuan menjadi sebuah wadah bagi para diaspora Indonesia untuk membawa hasil riset ataupun produk inovasi yang mereka hasilkan untuk dapat dihilirisasi di pasar Indonesia. (M1)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan