JAKARTA, Makansedap.id – Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner khas Suku Dayak menjadi tradisi makanan daerah yang menggugah selera. Nama Mangulik Mahumbal mengandung kekayaan budaya yang tak ternilai.

Proses pembuatan Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner, diawali dengan sekelompok pemuda dari Suku Dayak Meratus yang melangkah masuk ke dalam Hutan Pegunungan Meratus di Dusun Pantai Mangkiling, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Ketiga pemuda bernama Syahran, Faisal, dan Amat itu menyusuri jalan tanah berbatu sepanjang 800 meter yang dikelilingi pepohonan rimbun ditumbuhi lumut hijau yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis di Pegunungan Meratus. Mereka berniat membuat Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner.

Mereka tiba di sungai untuk mencari ikan dimakan bersama-sama dan pohon bambu jenis buluh sebagai media memasak Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner.

Baca Juga:   Giliran Kuliner Korea Selatan dan Jepang Goyang Cilegon

Satu jam berlalu tiga pemuda yang mencari buluh itu kembali dengan membawa ikan yang dicari di sungai. Mereka mengumpulkan dan membersihkan ikan tersebut untuk membuat Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner.

Tidak hanya itu, persiapan membuat Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner, dilakukan. Syahran, salah seorang dari tiga pemuda tersebut dengan penuh semangat menjelaskan langkah-langkah selanjutnya.

Dalam proses pembuatan Mangulik Mahumbal, referensi kamus kuliner, mereka menyiapkan beras buyung jenis padi yang tumbuh di daerah pegunungan, yang akan menjadi dasar hidangan. Rempah-rempah alami juga diperlukan untuk memberikan cita rasa khas, serta daun lirik yang akan digunakan sebagai pembungkus untuk menjaga aroma dan kelezatan hidangan.

1 2

Iklan