JAKARTA, Makansedap.id – Kelezatan buntil, makanan tradisional berisi kelapa parut yang dicampur dengan teri, sangat praktis dibuat. Santapan lezat yang dibungkus dengan daun singkong atau pepaya ini dapat dinikmati dengan guyuran kuah santan.

Dahulu kala, buntil sering disajikan sebagai makanan utama bagi para pedagang yang singgah dari Timur Tengah. Di daerah Timur Tengah, terutama Yunani dan Turki, juga ada makanan mirip dengan buntil. Perbedaannya adalah bentuk pembungkusnya saja yang menggunakan daun anggur muda. Untuk isinya bukan teri dan kelapa, melainkan nasi.

Buntil sangat enak disantap dengan nasi putih hangat. Perpaduan teri, kelapa parut, dan kuah santan membuat buntil kaya dengan rasa gurih yang terutama dihasilkan dari kelapa, sehingga kenikmatannya menjadi tiada tara.

Apabila enggan memasak buntil, Sobat Makan Sedap bisa membeli di pasar-pasar tradisional. Namun, bagi Sobat Makan Sedap yang penasaran bagaimana cara pembuatan buntil dan bahan apa saja yang diperlukan, ada penjelasan soal bahan baku buntil dan cara pembuatannya.

Proses memasak buntil akan dibuat dalam dua tahap. Pertama, membuat isi buntil. Dan, kedua, membuat kuah santan.

Pembuatan Isi Buntil

Pertama, menyiapkan 12 lembar daun pembungkus buntil. Untuk pembungkus buntil, Sobat Makan Sedap bisa memilih sesuai selera, ingin memakai daun singkong, daun talas atau daun sente, daun pepaya, daun labu, atau daun teratai muda.

Apabila memakai daun talas, jangan lupa untuk dilayukan terlebih dahulu agar tidak timbul rasa gatal. Kemudian, pembuatan isi buntil ada dua tahap.

Isi pertama, mencampurkan 200 gram kelapa muda yang diparut memanjang, 1 sendok makan (sdm) petai, 150 gr teri nasi, 4 bawang merah dan 3 bawang putih yang telah dihaluskan, dan 1 sendok teh (sdt) garam.

Isi kedua, blender atau ulek (sesuai selera) 6 bawang merah, 4 bawang putih, 1 cm kencur, 1 cm lengkuas, 1 sdt jintan, 1 sdt gula pasir dan gula merah, ½ sdm ketumbar sangrai.

Baca Juga:   Ini Ungkapan Wulan Guritno ketika Masuk Bangsal Isolasi

Proses Pembuatan

Kemudian, memasuki tahap proses pembuatan. Pertama, mencuci bersih daun yang akan digunakan sebagai pembungkus buntil. Daun pembungkus dibiarkan mengering sendiri hingga daun layu.

Selanjutnya campur rata bahan isi pertama dengan bahan isi kedua di atas. Ambil daun pembungkus lembar per lembar, dan isi dengan 2 sdm campuran bahan tersebut. Lipat dengan rapi, kemudian kukus hingga matang.

Bahan Kuah Buntil

Kemudian, adalah menyiapkan kuah buntil. Pertama, menyediakan 500 ml santan kental, 1 lembar daun salam, 10 cabai rawit, 2 cm jahe yang sudah dikeprek, 3 bawang merah halus, 2 bawang putih halus, 1 cm kencur halus, 1 lembar daun salam, 1 sdt gula pasir, 1 sdt garam, dan 2 sdt minyak goreng.

Untuk bahan jahe cukup dikeprek jangan sampai hancur. Tujuannya, agar cita rasa tetap terjaga. Apabila Sobat Makan Sedap suka pedas, bahan kuah bisa ditambah dengan 2 cabe merah yang telah diulek halus. Namun, resep asli kuah buntil sebetulnya tidak pedas.

Proses Pembuatan Kuah Buntil

Semua bahan dimasak bahan dengan cara ditumis hingga tercium bau harum. Api dikecilkan api, kemudian perlahan santan dituang dan diaduk pelan hingga santan mengental.

Tujuan api dikecilkan adalah untuk menghindari santan mudah membludak dari panci. Selain itu, jangan terlalu cepat mengaduk santan agar santan bisa tetap terlihat bagus dan tidak pecah.

Saran Penyajian

Seperti dilansir dari Resep Masakan Tradisional Nusantara Jilid I ini, masakan buntil ini untuk 6 porsi. Buntil yang telah matang dikukus, diletakkan di atas piring saji. Kemudian disiram dengan kuah santan yang masih panas agar meresap. Sajikan selagi masih hangat. Buntil siap disantap dengan nasi hangat. Kelezatan buntil dan nasi hangat semakin lengkap dengan sajian es teh manis dengan gula batu, atau teh poci. (M2)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan