Modal Makan Gratis? Tren 'Foodie Call' Marak dalam Dunia Kencan Modern
Istilah foodie call, perilaku seseorang yang bersedia menerima ajakan kencan semata-mata demi menikmati makanan gratis di restoran mewah, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan praktisi hubungan dan pengguna media sosial.-Makansedap.id-Getty Images
JAKARTA, Makansedap.id — Sebuah fenomena menarik tengah menyita perhatian publik dalam dinamika kencan modern.
Istilah foodie call, perilaku seseorang yang bersedia menerima ajakan kencan semata-mata demi menikmati makanan gratis di restoran mewah, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan praktisi hubungan dan pengguna media sosial.
Seperti dilansir dari foodandwine.com yang dibaca Makansedap.id, Senin, 14 September 2026, fenomena foodie call merujuk pada situasi ketika seseorang menyembunyikan ketidakmampuan atau ketiadaan ketertarikan romantisnya terhadap pasangan kencan, namun tetap menghadiri kencan tersebut agar biayanya ditanggung oleh sang pengajak.
Berdasarkan studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science, fenomena ini bukan sekadar fenomena perkotaan biasa.
Riset yang melibatkan ratusan responden menunjukkan bahwa 23 hingga 33 persen perempuan yang disurvei mengaku pernah melakukan foodie call setidaknya satu kali dalam hidup mereka.
Para peneliti menemukan bahwa mayoritas pelaku foodie call melakukan tindakan tersebut secara berkala.
Penelitian tersebut juga mengungkapkan korelasi antara perilaku ini dengan kecenderungan kepribadian tertentu, seperti kepribadian yang lebih manipulatif atau memiliki ekspektasi tinggi terhadap norma gender tradisional dalam kencan.
Meskipun sebagian besar masyarakat menilai tindakan pura-pura tertarik demi makanan gratis sebagai hal yang kurang beretika, tren ini terus mencuat seiring tingginya biaya hidup dan gaya hidup di kota-kota besar.
Banyak pihak menilai pergeseran ini mengubah esensi kencan dari upaya membangun koneksi emosional menjadi transaksi sosial.
Para pakar hubungan menyarankan agar para pencari pasangan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan format kencan yang lebih santai pada pertemuan pertama, seperti bertemu di kedai kopi, untuk menghindari potensi pemanfaatan finansial.