Jangan Asal Teguk, Ini Rahasia di Balik Anggur Ramah Lingkungan yang Jadi Tren Global
ramah lingkungan atau sustainable wine kini menjadi pilihan utama bagi para pencinta minuman yang peduli terhadap masa depan bumi.-Makansedap.id-Jennifer Causey
JAKARTA, Makansedap.id — Tren menikmati anggur (wine) kini tidak lagi sebatas soal cita rasa yang pekat atau aroma yang memikat.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dunia terhadap kelestarian alam, industri winemaking mengalami pergeseran besar.
Seperti dilansir foodandwine.com yang dibaca Makansedap.id, Senin, 21 September 2026, anggur ramah lingkungan atau sustainable wine kini menjadi pilihan utama bagi para pencinta minuman yang peduli terhadap masa depan bumi.
Berbeda dari pembuatan konvensional, produksi sustainable wine menerapkan standar efisiensi sumber daya secara ketat dari hulu ke hilir.
BACA JUGA:Rahasia Segelas Anggur Segar, Mengapa Rasa Asam Justru Jadi Penyelamat Kualitas Wine?
Pengelolaan kebun anggur berfokus pada kesehatan tanah tanpa mengandalkan pupuk kimia sintetis, pemanfaatan energi terbarukan, serta efisiensi penggunaan air.
Tak hanya itu, aspek tanggung jawab sosial terhadap para pekerja kebun juga menjadi pilar utama dalam sertifikasi ramah lingkungan ini.
Praktik Hijau dalam Botol Anggur
Para produsen sustainable wine di berbagai belahan dunia, mulai dari Lembah Napa di Amerika Serikat hingga kawasan Eropa, menerapkan sejumlah inovasi berkelanjutan yang signifikan.
Ada beberapa inovasi berkelanjutan yang telah dilakukan oleh para produsen sustainable wine. Pertama, Sistem Irigasi Presisi.
BACA JUGA:Kejutan, Anggur Jenis Ini Dikirim ke Luar Angkasa, Bakal Jadi Minuman Termahal di Bumi?
Pemanfaatan sensor kelembapan tanah dan teknologi pemantauan digital guna menekan pemborosan air di area kebun.
Kedua, Penggunaan Botol Kaca Ringan. Pengurangan bobot botol secara drastis untuk memangkas jejak karbon pada rantai distribusi dan pengiriman global.
Ketiga, Keanekaragaman Hayati (Biodiversity). Menjaga ekosistem alami di sekitar kebun dengan membiarkan vegetasi lokal tumbuh subur guna mengundang predator alami pemangsa hama.
Inisiatif hijau ini terbukti tidak merusak karakter asli buah anggur. Sebaliknya, pendekatan alami yang minim intervensi kimia justru mampu menonjolkan karakteristik keaslian daerah asal tanaman (terroir) secara lebih nyata.