Perang Nugget Dimulai, Strategi McDonald’s Terpaksa Putar Haluan demi Pikat Lidah Gen Z

Perang Nugget Dimulai, Strategi McDonald’s Terpaksa Putar Haluan demi Pikat Lidah Gen Z

Raksasa rantai makanan McDonald’s resmi mengumumkan strategi besar-besaran untuk merebut pasar daging ayam dunia.-Makansedap.id-The Guardian

- -

JAKARTA, Makansedap.id — Ada yang mulai bergeser di meja makan cepat saji global. Raksasa rantai makanan McDonald’s resmi mengumumkan strategi besar-besaran untuk merebut pasar daging ayam dunia.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan: tingginya lonjakan harga daging sapi dan kegilaan generasi muda alias Gen Z terhadap menu ayam goreng menjadi tekanan sekaligus peluang baru yang tak bisa diabaikan.

CEO McDonald’s, Chris Kempczinski, mengungkapkan, pangsa pasar ayam perusahaan saat ini berada di kisaran belasan persen atas (high teens).

Meski masih jauh dari dominasi mereka pada produk daging sapi yang mencapai 45 persen, pasar ayam global dinilai jauh lebih besar dan bertumbuh dengan kecepatan dua kali lipat dibanding daging merah.

BACA JUGA:Giliran Crayola Luncurkan Pengalaman Global McDonald's Happy Meal®

"Kami memiliki skala, wawasan pelanggan, loyalitas merek, dan kapabilitas operasional yang tak tertandingi untuk tidak hanya beradaptasi dengan gelombang perubahan industri, tetapi juga memanfaatkannya sebagai keunggulan," ujar Kempczinski seperti dilansir The Guardian yang dibaca Makansedap.id, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Sapi Semakin Mahal, Gen Z Makin Kepincut Ayam

Lonjakan biaya operasional, khususnya kenaikan harga daging sapi yang melesat lebih dari 20 persen dalam dua tahun terakhir di Amerika Serikat dan Inggris, telah menggerus marjin keuntungan para pemegang waralaba (franchisee).

Kondisi ini membuat McDonald’s harus memutar otak untuk menjaga stabilitas bisnis tanpa kehilangan pelanggan setia.

Di sisi lain, pasar makanan cepat saji kini diramaikan oleh pertumbuhan pesat restoran spesialis ayam seperti Popeyes dan Wingstop, serta ekspansi agresif dari pemain mapan seperti KFC.

BACA JUGA:McDonald’s Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Sistem Harga Menu Berbasis AI

Tren ini sangat didorong oleh tingginya konsumsi daging ayam di kalangan konsumen muda atau Gen Z yang menganggap ayam sebagai pilihan protein yang lebih murah dan dipersepsikan lebih sehat.

Berdasarkan data perusahaan riset pasar Mintel, tingkat kunjungan konsumen Inggris ke kedai ayam melonjak hingga 52 persen khusus untuk kelompok usia Gen Z pada tahun 2025.

Angka ini bahkan hampir menyamai popularitas gerai piza yang berada di angka 56 persen.

Target Ambisius hingga 2030

Berita Terkait